Sabtu, 07 Maret 2015

Wanita Hamil Yang Berisiko Tinggi

Kehamilan adalah Pengalaman yang didambakan oleh setiap wanita. Bagi sebagian besar wanita di muka bumi ini, mengalami kehamilan yang direncanakan dan melahirkan anak yang sehat dan lucu, tentunya akan menciptakan perasaan menjadi wanita yang utuh dan menyempurnakan kebahagiaannya sebagai istri dan sekaligus sebagai seorang ibu. 

Di sisi lain, kehamilan adalah proses yang penuh perjuangan dan memerlukan sikap hati-hati yang ekstra guna meminimalisasi risiko dari kehamilannya. Kehamilan yang tidak disiapkan dengan kiat-kiat tertentu seringkali dapat menimbulkan risiko lain seperti keguguran atau masalah dalam proses persalinan dan bayi yang dikandungnya. oleh karena itu, apabila telah diputuskan oleh seorang wanita untuk mengalami proses kehamilan, maka sebelum benar-benar mengalami kehamilan, harus diperhatikan dengan baik untuk meningkatkan pengetahuannya tentang kiat-kiat sebelum mengalami kehamilan, selama masa kehamilan, proses persalinan, dan pasca persalinan, dan pasca persalinan itu sendiri.

Salah satu hal yang harus dikenali oleh setiap calon ibu hamil adalah mengenali tanda-tanda wanita hamil yang berisiko tinggi atau wanita yang tidak aman untuk hamil. 

Dibandingkan wanita yang normal, maka wanita yang tidak aman untuk hamil harus benar-benar memperhatikan hal-hal yang beresiko dalam kehamilannya. Oleh karena itu, seorang wanita sebelum merencanakan untuk hamil, harus terlebih dahulu mengetahui tingkat keamanan dirinya untuk mengalami kehamilan. 


Ciri-ciri wanita hamil yang berisiko tinggi adalah sebagai berikut:

Dilihat dari Kartu Skor Poedji Rochjati, KSPR dibuat oleh Poedji Rochjati dan pertama kali diguakan pada tahu 1992-1993. KSPR telah disusun dengan format yang sederhana agar mempermudah kerja tenaga kesehatan untuk melakukan skrining terhadap ibu hamil dan mengelompokan ibu kedalam kategori sesuai ketetapan sehingga dapat menentukan intervensi yang tepat terhadap ibu hamil berdasarkan kartu ini, yaitu:


      1. Terlalu tua hamil I ≥35 Tahun
      2. Terlalu lambat hamil I kawin ≥4 Tahun
      3. Terlalu lama hamil lagi ≥10 Tahun
      4. Terlalu cepat hamil lagi ≤ 2 Tahun
      5. Terlalu banyak anak, 4 atau lebih
      6. Terlalu tua umur ≥ 35 Tahun
      7. Terlalu pendek ≥145 cm
      8. Pernah gagal kehamilan



      9. Pernah melahirkan dengan: tarikan tang/vakum, uri dirogoh, diberi infus/transfuse
      10. Pernah operasi sesar
      11. Penyakit pada ibu hamil: Kurang Darah, Malaria, TBC Paru, Payah Jantung, Kencing Manis (Diabetes), Penyakit Menular Seksual.
      12. Bengkak pada muka / tungkai dan tekanan darah tinggi. 
      13. Hamil kembar
      14. Hydramnion
      15. Bayi mati dalam kandungan
      16. Kehamilan lebih bulan
      17. Letak sungsang
      18. Letak Lintang
      19. Perdarahan dalam kehamilan ini
      20. Preeklampsia/kejang-kejang
         ------------------------------------------------------------------------------------------
      Sumber Data: 
      -Buku KIA- Kartu Skor Poedji Rochjati


      --- SEMOGA BERMANFAAT ---

      Sabtu, 28 Februari 2015

      Bagian Ke VII: Seputar Tentang Tidur

      Menurut Anda Tidur itu apa?... 
      Memang banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan pembahasan tentang Tidur dibawah ini.  
      ---------------------------------------------------------------------------------------------------------
      Lanjutan dari Bagian Ke VI:


      Yuukkk, kita Lanjutkan membacanya... 
      Agar Anda paham dan mengerti Apa Saja hal-hal yang dapat Mengganggu Tidur Anda?... dan Bagaimana cara mengatasinya?... 



      Seputar Tentang Tidur
      berikut ulasannya:



      " MENDENGKUR atau MENGOROK"

      Mendengkur adalah suara yang ditimbulkan saat tidur karena adanya getaran jaringan pada saluran udara bagian atas. Mendengkur biasa terjadi pada >3% anak-anak dan 32% dewasa. Seiring bertambahnya usia, timbulnya dengkuran saat tidur akan makin meningkat hingga hampir 50% manusia di atas 60 tahun mengalami hal tersebut. Umumnya, dengkuran lebih banyak terjadi pada saat menghirup napas (inspirasi).


      Mendengkur adalah suara yang keluar ketika terjadi gangguan di dalam saluran aliran udara yang melewati mulut bagian belakang dan hidung. Ketika seseorang terlelap dalam tidur, maka otot dalam saluran aliran udara menyempit. Lidah ke belakang menuju saluran aliran udara dan bergetar berlawanan dengan lemahnya langit-langit mulut yang lunak dan anak lidah seperti halnya melemahnya otot- otot dan tenggorokan yang lain ketika ia menarik dan menghembuskan nafas. Semakin ia terlelap dan otot-ototnya semakin rileks, ia harus bekerja lebih keras untuk menghirup udara melalui tarikan udara yang melewati bagian dalam pada setiap nafas dan terjadilah kondisi mendengkur.


      Ngorok alias mendengkur merupakan gangguan yang sudah umum terjadi. Hal ini biasanya sangat mengganggu, terlebih pada orang yang sudah memiliki pasangan. Mendengkur sudah sangat umum terjadi di masyarakat, yang mempengaruhi 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan. Mendengkur biasanya mengeluarkan suara serak, mendesis, mendengus saat bernapas selama tidur.

      Orang usia lanjut paling rentan mendengkur. Sekitar sepertiga dari orang usia 55 - 84 tahun mengalami gangguan ngorok. Gangguan mendengkur atau ngorok ini dialami sekitar 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan.

      Di bawah ini beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tidur anda mendengkur:
      1. Tidur terlentang
      Beberapa orang mendengkur hanya ketika mereka tidur telentang, dan gaya berat mungkin dijadikan kambing hitam sebagai penyebabnya. Begitu yang bersangkutan memiringkan tubuh, otot-otot dan jaringan tenggorokannya yang telah rileks langsung naik ke atas menuju saluran aliran udaranya. Khususnya, lidahnya ke belakang dan menggetar melawan anak lidah yang terkulai dan langit-langit mulut lemah

      2. Gangguan hidung
      Pada saat kondisi seseorang demam, polip atau flu, kemungkinan seseorang mendengkur menjadi lebih besar. Ketika mulut seseorang terrurup dan hidungnya tersumbat ia akan menarik nafas dengan penuh kekuat-an agar dapat bernafas. Ini meningkatkan tekanan yang negatif dalam saluran aliran udara yang dapat dilihat yang menarik bersama-sama semua sehingga jaringan terkulai-ke belakang tenggorokan.

      3. Gangguan tenggorokan
      Amandel yang membesar dan adenoid akan memperbesar jaringan dalam tenggorokan seseorang dan dapat menyebabkan mendengkur. Jika bagian yang lembut dari langit-langit mulut terlalu panjang, ini dapat mempersempit terbukanya hidung menuju tenggorokan dan berkibar-kibar di dalam udara ketika seseorang bernafas sehingga menimbulkan suara.

      4. Usia yang bertambah
      Hal ini terkait dengan penurunan kelenturan otot-otot dan jaringan dalam saluran aliran udara bagian atas yang menyebabkan mendengkur. Pada wanita menopause yang kehilangan hormone progesterone akan menyebabkan terjadinya penurunan kelenturan otot dan pada akhirnya akan menyebabkan kondisi mendengkur.

      5. Berat badan yang bertambah
      Seiring dengan berat badan yang bertambah maka timbunan lemak akan semakin meningkat, tidak terkecuali bagian leher.

      6. Menggunakan obat penenang, merokok dan kelelahan
      Obat-obat tersebut akan akan menekan system saraf pusat sehingga otot-otot menjadi lebih kendor dan menyebabkan mendengkur.

      7. Bahaya Mendengkur Bagi Kesehatan
      Mendengkur tidak boleh diremehkan. Gangguan tidur yang dalam istilah kedokteran disebut sleep apnoea itu terjadi akibat penyempitan saluran pernafasan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian.
      Minimnya suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak, bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa, mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak lapisan sel dalam pembuluh darah.

      Beberapa Cara Menghentikan Ngorok:
      Karena banyak sekali efek buruk mendengkur, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain, orang berusaha untuk menghentikan kebiasaan atau gangguan mendengkur ini dari mulai cara sederhana mengubah kebiasaan tidur sampai berobat ke dokter.

      Berikut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan mendengkur ini yaitu:
      1. Tidur menyamping
      Orang akan cenderung mendengkur ketika tidur telentang (kepala menghadap atas), sedangkan tidur tengkurap (kepala menghadap bawah) akan membuat leher dan napas tersiksa selama tidur. Cobalah untuk tidur menyamping untuk menghetikan ngorok.

      2. Kurangi berat badan
      Kelebihan berat badan terutama di bagian leher, akan memberikan tekanan pada sistem pernapasan, yang menyebabkan pengurangan parsial dan ngorok saat tidur. Jaringan leher orang yang kelebihan berat badan biasanya tebal. Ini yang memungkinkan munculnya risiko mendengkur. Menurunkan berat sekitar 10% dapat membantu anda menghentikan kebiasaan yang sangat mengganggu itu.

      3. Hindari alkohol dan obat tidur
      Alkohol dan obat tidur dapat menekan sistem saraf pusat dan relaksasi otot-otot leher dan rahang, yang membuat orang lebih mungkin mendengkur. Kedua zat ini juga dikenal menyebabkan gangguan tidur sleep apnea, yaitu kondisi berbahaya yang dikaitkan dengan penyakit jantung.

      4. Segera obati alergi
      Alergi pernapasan kronis dapat menyebabkan mendengkur dengan memaksa penderita untuk bernapas melalui mulut selama tidur. Mengambil antihistamin sebelum tidur dapat membantu.

      5. Menggunakan penyegar mulut
      Dokter atau dokter gigi mungkin akan meresepkan penyegar mulut anti-snoring yang dapat membersihkan mulut sekaligus menjaga otot rahang bawah menjadi lebih longgar.

      6. Hirup uap air sebelum tidur
      Hidung tersumbat dapat menyebabkan mendengkur. Salah satu cara mengatasinya adalah menghirup dalam-dalam uap air melalui hidung sebelum tidur. Anda juga bisa meletakkan handuk yang telah dicelupkan dalam air hangat dan menghirup uapnya untuk menghilangkan lendir penyebab hidung tersumbat.

      7. Berhenti merokok
      Merokok dapat membahayakan sistem pernapasan yang akhirnya dapat membuat orang mendengkur.

      8. Tidur teratur
      Tidur cukup serta tidur dan bangun secara teratur dapat menghentikan kebiasaan ngorok.

      9. Meninggikan kepala
      Tidur dengan kepala ditinggikan mungkin akan melepaskan beberapa tekanan pada sistem pernapasan, sehingga bernapas terasa lebih mudah. Angkat kepala tempat tidur dengan menempatkan balok kayu di bawah tempat tidur atau menopang tubuh bagian atas dengan bantal (bukan hanya kepala, karena itu justru bisa menghambat pernapasan).

      10. Konsultasi ke dokter bila Anda sedang hamil dan mendengkur
      Terkadang, beberapa wanita hamil mendengkur. Mendengkur dapat terjadi karena berat badan meningkat dan perubahan hormon kehamilan menyebabkan otot-otot rileks. Apa pun penyebabnya, mendengkur selama kehamilan dapat mengurangi jatah oksigen untuk bayi. Segera konsultasi ke dokter bila mengalami hal ini.

      Berjemur Bisa Kurangi Ngorok Saat Tidur:
      Banyak manfaat yang bisa didapat dari hobi berjemur di bawah sinar matahari pagi. Sinar matahari dibutuhkan dalam proses pembentukan vitamin D, yang tak hanya baik untuk kulit dan tulang tapi juga bisa mengurangi dengkuran saat tidur. 
      Para peneliti dari University Hospital di Clermont-Ferrand, Prancis meyakini otot manusia juga butuh vitamin D untuk dapat bekerja dengan optimal. Tak terkecuali otot-otot pernapasan, yang melemah pada orang-orang dengan gangguan tidur suka mendengkur.
      Melemahnya otot-otot pernapasan membuat rongga udara menyempit sehingga bergetar ketika dilalui udara. Getaran itu menimbulkan bunyi dengkuran, yang tak hanya mengganggu pasangan tidur tetapi juga berbahaya karena bisa memicu henti napas hingga 400 kali dalam semalam.

      Berhenti Mendengkur Bisa Meningkatkan Kekuatan Ereksi
      :
      Gangguan mendengkur atau ngorok dialami sekitar 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan. Kebiasaan ngorok ini sebenarnya bisa dihentikan dan pria yang bisa melakukannya akan mendapaat kesehatan seks yang bagus. 
      Orang yang mendengkur biasanya akan mengeluarkan suara serak, mendesis dan mendengus saat bernapas selama tidur. Gangguan tidur ini dilaporkan banyak merusak kehidupan seksual pria serta kesulitan melakukan foreplay.

      Peneliti mengungkapkan bahwa pria yang berhenti mendengkur punya manfaat bagus yakni bisa membantu kehidupan seksualnya karena meningkatkan kekuatan ereksi. 
      "Semua jaringan di tubuh butuh oksigen agar bisa menjadi sehat dan jaringan penis termasuk salah satu yang sangat sensitif. Ketika seseorang mendengkur maka kondisi ini akan merampas oksigen yang dibutuhkan oleh penis," ujar Dr J. Stephen Jones, MD, FACS seorang urologis dari Cleveland Clinic, seperti dikutip dari Menshealth.

      Kurangnya asupan oksigen yang diterima akan membuat tubuh menjadi tidak sehat yang salah satunya mempengaruhi kemampuan ereksi seseorang. Karena itu jika seseorang bisa menghentikan gangguan tidur ini, maka ia akan mampu meningkatkan kemampuan ereksinya.

      Mendengkur Dapat Membakar Kalori
      :
      Meski banyak sekali menimbulkan efek buruk, ternyata mendengkur masih memiliki manfaat, yaitu bisa membakar kalori lebih banyak.  
      Ilmuwan menemukan bahwa orang yang sering mendengkur dalam tidurnya dapat membakar kalori lebih banyak ketimbang orang yang jarang mendengkur. Hal ini berdasarkan alasan bahwa mendengkur dan gangguan pernapasan dipicu akibat peningkatan aktivitas dari sistem saraf. Sehingga, orang yang sering mendengkur akan membakar kalori lebih banyak.
      Ilmuwan dari University of California mempelajari 212 orang yang sering mendengkur, berbicara (ngigau) saat tidur, mengalami kesulitan bernapas dalam tidur atau bahkan mengalami penghentian napas secara periodik. Kemudian, ilmuwan menghitung berapa banyak kalori yang terbakar pada beberapa tingkat masalah kesehatan yang berbeda. 
      Hasilnya, seperti dilansir dari GeniusBeauty, orang yang selalu mendengkur (teratur) dapat membakar sekitar 2000 kalori per hari, sedangkan orang yang hanya mendengkur sewaktu-waktu (kadang-kadang) membakar 1626 kalori.

      -------------------------------------------------------------------------------------------------
       " SLEEP APNEA "
      Sleep Apnea atau Sleep Apnoea adalah gangguan tidur dengan kesulitan bernapas (apnea= "tanpa napas") berulang kali ketika sedang tidur. Ada dua jenis sleep apnea: Central dan Obstructive. Terdapat juga jenis campuran. Orang yang menderita hal ini biasanya tidak sadar, walaupun setelah bangun. Sleep apnea dikenali sebagai masalah oleh orang lain yang mengamati, atau dapat dikenali dari akibatnya terhadap tubuh. Diagnosa sleep apnea dilakukan dengan polysomnography. Apnea dapat juga diartikan sebagai berhentinya pernapasan untuk sementara. Dyspnea yang dibarengi dengan apnea dapat menyebabkan terjadinya awal sebuah kematian.
       
      Sleep Apnea merupakan gangguan atau kelainan yang ditandai dengan reduksi bahkan penghentian napas selama tidur. Kejadian ini umumnya terjadi pada orang dewasa dan sangat jarang terjadi pada anak-anak. Biasanya kondisi ini berhubungan dengan pengalaman penyakit seseorang. 

      Beberapa Kondisi Yang Dapat Mengakibatkan Sleep Apnea:
      Sleep Apnea ini berdasarkan kejadiannya atau etiologinya dibagi atas tiga tipe:
      1. Central Sleep Apnea (CSA), kejadiannya dimulai dari pusat kontrol pernapasan di otak.
      Central sleep apnea (CSA) ini terjadi ketika otak tidak mengirimkan sinyal yang memadai ke otot-otot pernapasan, sehingga otot-otot pernapasan mengalami paralisis atau kelumpuhan. Ini biasanya terjadi pada bayi atau pada orang dewasa dengan penyakit jantung, penyakit serebrovaskular, atau penyakit herediter/kelainan bawaan, juga dapat disebabkan oleh keracunan obat. 

      2. Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau penyumbatan aliran pernapasan
      Hambatan saluran pernapasan selama tidur, diperkirakan sekitar 4% dari pria dan 2% perempuan dari seluruh kasus Sleep Apnea ini. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa diatas 18 tahun, yang mengalami hambatan pernapasan selama tidur diperkirakan 1,5% dari semua angka kejadian per tahun. Hal ini dikarenakan populasi orang gemuk atau obesitas akan memperburuk serangan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah lebih 10% dari orang-orang yang mengalami serangan ini membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit. 

      3. Gabungan dari penyebab diatas, yaitu ganguan di pusat persyarafan pernapasan di otak dan hambatan pernapasan atau obstruksi pernapasan
      Gejala atau symptom Sleep Apnea Pasien dengan gangguan tidur ini memperlihatkan gejala klinis berupa ganguan berkonsentrasi, gangguan berpikir. Hal ini banyak menyebabkan kecelakaan di tempat kerja dan saat mengemudi. Dengan demikian, orang-orang dengan sleep apnea obstruktif memiliki tiga kali lipat risiko lebih besar kecelakaan mobil daripada populasi umum. Demikian pula kantuk di siang hari, kelelahan, sakit kepala, lekas marah, dan berkurangnya daya ingat dan perhatian adalah beberapa gejala umum lainnya yang berhubungan dengan sleep apnea ini.

      Berikut adalah 8 resiko kesehatan yang berhubungan dengan sleep apnea:
      1. Tekanan darah tinggi
      Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa sleep apnea adalah salah satu penyebab utama dari hipertensi. Peningkatan tekanan darah berkaitan langsung dengan derajat keparahan sleep apnea. Semakin parah derajat sleep apnea, semakin berat juga peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah juga bisa dialami oleh anak-anak yang menderita sleep apnea.

      2. Penyakit jantung
      Sleep apnea yang tidak dirawat merupakan salah satu faktor resiko untuk menderita penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di Amerika pada tahun 2005. Sleep apnea meningkatkan resiko denyut jantung yang tidak beraturan, penyakit jantung koroner, serangan jantung dan penyakit jantung kongestif. Sebuah penelitian di tahun 2006 yang diungkapkan dalam Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa sleep apnea bahkan mempengaruhi bentuk jantung seseorang. Jantung penderita sleep apnea membengkak dan menebal dindingnya di satu sisi, serta berkurang kemampuan memompanya.

      3. Stroke
      Sleep apnea meningkatkan resiko seseorang untuk terserang stroke (penyebab kematian nomor 3 di Amerika tahun 2005.) Peningkatan kekentalan darah pada penderita sleep apnea menjadi penyebab utama meningkatnya resiko stroke.

      4. Kerusakan otak
      Penelitian di jurnal Sleep tahun 2008 memberikan gambaran pencitraan otak yang membuktikan kerusakan permanen pada otak penderita sleep apnea. Kerusakan terjadi pada bagian otak yang mengontrol ingatan, emosi dan tekanan darah.

      5. Depresi
      Riset menunjukkan bahwa depresi sering terjadi pada penderita sleep apnea. Bahkan sleep apnea ringan saja sudah meningkatkan resiko terkena depresi. Peningkatan resiko depresi akan naik seiring dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas.

      6. Diabetes
      Sleep apnea akan mengganggu metabolisme hingga tubuh tidak mentoleransi glukosa dan juga resisten terhadap insulin. Diabetes tipe 2, juga salah satu penyebab kematian utama, terjadi ketika badan tidak dapat memanfaatkan insulin secara efektif. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa sleep apnea menjadi penyebab terjadinya diabetes.

      7. Obesitas
      Obesitas, pada ras kaukasia (Eropa) menjadi resiko utama sleep apnea. Tapi tidak demikian pada ras Asia yang memiliki struktur rahang lebih sempit dan leher yang pendek. Masalahnya, sleep apnea akan meningkatkan berat badan seseorang. Gangguan metabolisme akibat proses tidur yang terpotong-potong menyebabkan perubahan hormon-hormon yang mengontrol nafsu makan. Rasa kantuk yang diakibatkan juga menyebabkan penderitanya jadi malas berolah raga.

      8. Mortalitas / Kematian
      Dua penelitan di jurnal Sleep di tahun 2008 menunjukkan bahwa penderita sleep apnea mempunyai resiko kematian lebih tinggi dibanding yang tidak mendengkur. Resiko akan meningkat bersamaan dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas. Apalagi jika sleep apnea dibiarkan saja!
      Sleep apnea dapat dirawat. Bahkan tingkat keberhasilannya amat tinggi. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan continuous positive airway pressure (CPAP) akan mengurangi resiko seseorang untuk menderita bahaya-bahaya yang telah disebutkan tadi.


      -----------------------------------------------------------------------------------



      Kesimpulan :
      Jadi dapat disimpulkan bahwa tidur merupakan kebutuhan dasar yang sangatlah penting bagi semua orang. tidur perlu diperhatikan secara khusus agar manusia mendapatkan kepulihan stamina dalam tubuhnya kembali. Karena setiap individu mempunyai kebutuhan tidur yang berbeda, dengan pola tidur yang baik, benar, dan teratur akan memberikan efek yang baik terhadap kesehatan, yaitu efek fisiologis terhadap sistem syaraf yang di perkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara susunan saraf, serta berefek terhadap stuktur tubuh dengan memulihkan kesegaran dan fungsi organ tubuh manusia. oleh karna itu kita harus menjaga kecukupan kebutuhan tidur kita sesuai kebutuhan, dengan kondisi jiwa dan fisik yang sehat maka dapat melakukan berbagai kegiatan dengan baik.


      Sumber Data:
      - Wikipedia, Webkesehatan, Healthdetik, berbagaihal, artiunik, smanjabermanfaat.
      - Doktersehat, Artikeltentangkesehatan, informasiteraktual dan Kompas, intipskesehatan. 
      - Verarokapinatih, Mausehat, Dokita, Sains, Olvista, Tempo, Smallcrab, 


      ------ SEMOGA BERMANFAAT ------

      Jumat, 27 Februari 2015

      Bagian Ke VI: Seputar Tentang Tidur

      Menurut Anda Tidur itu apa?... 

      Memang banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan pembahasan tentang Tidur dibawah ini.  
      ---------------------------------------------------------------------------------------------------------
      Lanjutan dari Bagian Ke V: 


      Yuukkk, kita Lanjutkan membacanya... 
      Agar Anda paham dan mengerti Apa Saja hal-hal yang dapat Mengganggu Tidur Anda?... dan Bagaimana cara mengatasinya?... 

      Seputar Tentang Tidur
      berikut ulasannya:
       
      " HIPERSOMNIA"

      Kata Hipersomnia (hypersomnia) berasal dari kata Yunani hyper, yang artinya “lebih” atau “lebih dari normal”, dan dari bahasa Latin somnus, artinya “tidur”. Hipersomnia (hypersomnia) primer yang merupakan rasa kantuk yang berlebihan sepanjang hari yang berlangsung sampai sebulan atau lebih.

      Hipersomnia adalah kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yang berlebihan terutama pada siang hari.

      Hipersomnia merupakan salah satu kelainan tidur yang ditandai rasa kantuk yang berlebihan. Sehingga pasien sering kali membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih lama dari orang normal.

      Hipersomnia adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kantuk berlebihan bukan karena kurang tidur. Biasanya seseorang yang mengalami kondisi ini sering merasa sangat mengantuk dan ingin tidur berulang kali di siang hari. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu.

      Jika anda sering merasakan kantuk yang sangat hebat di siang hari, ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, merasa ngantuk yang berlebihan di siang hari merupakan salah satu gejala gangguan tidur yang disebut Hipersomnia.

      "Untuk mengetahui gejala lebih lanjut, dokter akan mengecek kebiasaan tidur Anda, seperti berapa lama Anda tidur di malam hari, atau apakah terus terbangun di malam hari membuat Anda sering ketiduran di siang hari," ujar Dokter Spesialis Syaraf yang khusus menangani gangguan tidur, (Meredith Broderick dari The Plyclinic Sleep Medicine Center, Seattle, Amerika Serikat).


      Hipersomnia wajib diwaspadai karena dapat mengganggu dan membahayakan aktivitas seseorang. Karena Hipersomnia seseorang dapat tertidur dimanapunm, saat sedang bekerja, bahkan saat sedang menyetir. Hipersomnia juga menyebabkan masalah lain seperti kurang energi dan kesulitan berpikir jernih.

      Hipersomnia yang berkelanjutan tidak hanya dapat mengganggu kesehatan fisik seseorang tetapi juga dapat mengganggu mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Hipersomnia yang berlangsung lama dan tidak mendapatkan perawatan yang memadai dapat menyebabkan bingung, kehilangan memori, lesu, dan cemas. 

      Hipersomnia bukan merupakan suatu jenis penyakit tertentu melainkan merupakan gejala dari penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengobati hipersomnia, perlu diketahui penyebabnya. Mengobati hipersomnia berarti mengobati penyakit atau gangguan kesehatan yang menyebabkan gejala kantuk berlebihan tersebut.

      Untuk membebaskan diri dari "kekacauan" akibat tak bisa membuat rutinitas tidur kita menjadi lebih berkualitas, lakukanlah 8 langkah berikut:

      1. Tidur berkualitas: 
      Ketika kita bicara tidur yang berkualitas, bukan hanya durasi lamanya mata terpejam yang diperhitungkan. Melainkan bagaimana kita membuat gelombang otak masuk ke dalam vase tidur lelap. Dan vase tidur lelap akan tercapai jika kita benar-benar siap untuk tidur tak hanya sekadar memejamkan mata.

      Mengenai durasi, idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 8-9 jam di malam hari. Sedangkan untuk remaja, 9 jam adalah waktu yang tak bisa ditawar-tawar.

      2. Jauhkan pengganggu tidur: 
      “Jadikanlah tempat tidur sebagai tempat yang nyaman untuk terlelap dan bercinta,” demikian Avelino Verceles, MD, asisten profesor dari University of Maryland School of Medicine menyarankan. Ini artinya, sambung Verceles yang juga direktur School’s Sleep Medicine Fellowship, kita harus menjauhkan televisi, video games, dan laptop atau komputer dari kamar. 

      3. Buat jam tidur yang teratur: 
      Orang yang mengidap gangguan tidur biasanya akan disarankan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk hari libur dan akhir pekan. Tapi menurut Barry Krakow, MD, direktur medis Maimonides Sllep Arts and Sciences, Ltd., yang juga menulis buku Sound Sleep, Sound Mind: 7 Keys to Sleeping Through the Night, mengatur waktu tidur dan bangun justru menjadi kesulitan tersendiri bagi mereka yang sudah mengalami gangguan tidur.
      Untuk itu, Krakow menawarkan sebuah alternatif, yaitu dengan menentukan waktu bangun yang harus diikuti setiap harinya. “Konsisten bangun di waktu yang sama selama seminggu atau sampai sebulan, maka tubuh akan mengikuti ritme tersebut.”
      Ritme ini yang nantinya akan membentuk sirkardian atau jam biologis tubuh. Kita akan selalu mengantuk lebih cepat jika di malam sebelumnya kita kurang tidur, tapi bangun selalu di jam yang sama. Walhasil tubuh akan meminta kita kembali pada jam tidur yang sebelumnya. 

      4. Perlahan majukan jam tidur kita: 
      Jika menentukan jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya tak sukses, cobalah majukan jam tidur kita 15 menit lebih cepat selama 4 malam berturut-turut. Setelah ini berhasil, buat jadwal tidur kita 1 jam lebih cepat dari biasanya. 

      5. Makanlah dengan teratur: 
      Jika kita bertanya apa hubungannya makan dengan tidur, maka jawabannya adalah keduanya sangat erat terkait. Makan di jam yang sama setiap hari akan membuat sirkardian kita "berdentang" dengan teratur, termasuk distribusi energi untuk memberikan sinyal pada kita bahwa sudah waktunya istirahat. 
      Jika kita tidak makan teratur, misalnya memundurkan makan siang menjadi lebih sore, akan membuat makan malam kita mundur sampai mendekati waktu tidur. Dan pasokan energi mendekati waktu tidur justru membuat kita bersemangat melakukan banyak hal. Plus idealnya, 2 sampai 3 jam sebelum waktu tidur kita sudah berhenti makan agar metabolisme berjalan sempurna sehingga tak ada yang berubah wujud menjadi timbunan lemak di tubuh. 

      6. Berolahraga:
      Lakukanlah aktivitas bakar lemak seperti aerobik setiap hari, minimal 30 menit. Aerobik akan membuat tubuh kita lebih cepat terlelap. Terlebih jika kita melakukan olahraga di ruang terbuka, 30 menit terpapar sinar matahari pagi akan meregulasi pola tidur kita. Sehingga secara alamiah bisa tidur dengan teratur dan berkualitas. Yang perlu diingat adalah hindarilah berolahraga 3 jam sebelum tidur, sebab adrenalin yang terpacu justru akan menjauhkan kita dari rasa kantuk. 

      7. Naiklah ke atas tempat tidur jika benar-benar sudah mengantuk: 
      Menurut Krakow, jika kita hanya kelelahan setelah beraktivitas seharian, sebaiknya jangan naik ke atas tempat tidur. Sebab ternyata, ini justru tak akan membuat kita terlelap. Melainkan hanya berguling-guling di atas tempat tidur. 
      “Rasa kantuk yang sebenarnya adalah ketika kita mulai merasa tak bisa berkonsentrasi dan mata sudah ingin terlelap. Sedangkan untuk rasa kelelahan kita, cobalah untuk relaksasi selama 15 menit, dengan otot-otot tubuh tidak menjadi ‘rewel’ ketika berbaring di atas tempat tidur,” Krakow memaparkan. 

      8. Temuilah pakar kesehatan tidur: 
      Jika 7 langkah di atas masih belum juga berhasil membuat kita tertidur dengan nyenyak, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kesehatan tidur.  Sebab hipersomnia juga bisa merujuk pada gangguan tidur seperti narkolepsi atau sleep apnea. Narkolepsi adalah gangguan yang membuat orang tak bisa menahan rasa kantuknya, sehingga dalam keadaan tengah beraktivitas pun bisa tiba-tiba tertidur. Sedangkan sleep apnea, gangguan nafas pada saat tidur yang sebenarnya membuat otak kita tetap terjaga meski mata terpejam. 

      Meski begitu, penyebab mengantuk di siang hari tidak mesti disebabkan karena Hipersomnia. Beberapa dokter mengkaitkannya dengan kebiasaan mengkonsumsi obat dan gangguan emosional yang berpengaruh pola tidur seseorang. 

      Guna mengetahui dan menganalisa gejala Hipersomnia, dokter akan melakukan beberapa tes. Seperti tes darah, CT Scan, Polysomnography atau tes tidur, dan tes aktivitas listrik di otak yang dikenak dengan EEG.

      Hal lain yang juga bisa mengundang gangguan tidur adalah depresi, paska trauma, atau obat-obatan. Itu mengapa kita butuh bantuan ahli yang mengerti bagaimana mengatasi berbagai pemicu gangguan tidur tersebut.
      ------------------------------------------------------------------------------------------

      " NARKOLEPSI " 
      Narkolepsi dalam bahasa awam, bisa dikatakan sebagai serangan tidur, dimana penderitanya amat sulit mempertahankan keadaan sadar. Hampir sepanjang waktu ia mengantuk. Rasa kantuk biasanya hilang setelah tidur selama 15 menit, tetapi dalam waktu singkat kantuk sudah menyerang kembali. Sebaliknya di malam hari, banyak penderita narkolepsi yang mengeluh tidak dapat tidur.

      Narkolepsi adalah sejenis gangguan neurologis kronis yang mempengaruhi bagian otak yang berfungsi untuk mengatur pola tidur.
      Mereka yang menderita narkolepsi dapat mengalami kantuk di siang hari yang berlebihan dan tiba-tiba kehilangan kontrol dimana hal ini didasari karena tingginya tingkat emosi yang kuat. Akibatnya, seseorang bisa jatuh tertidur saat bekerja, memasak, atau bahkan mengemudi.



      Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai narkolepsi yang dimulai dari gejala narkolepsi, penyebab dan cara penyembuhannya. 
       
      Berikut Gejala Narkolepsi: 

      Kebanyakan penderita narkolepsi akan mengalami gejala awal saat berusia usia 10 dan 25 tahun. Gejala dari narkolepsi dapat terjadi dengan berbagai macam cara, tetapi untuk gejala awal biasanya ditandai dengan kantuk di siang hari yang berlebihan dengan atau tanpa sadar tiba-tiba ter tidur.

      Gejala lain dari narkolepsi seperti halusinasi, kelumpuhan tidur, dan cataplexy (tiba-tiba kehilangan kontrol otot). Selain ngantuk yang berlebihan saat siang hari.

      Gejala umum yang biasanya menjadi tanda Anda menderita narkolepsi yaitu sebagai berikut: 
      1. Cataplexy (kehilangan kontrol otot) 
      Seringkali narkolepsi dapat menyebabkan Anda tiba-tiba kehilangan kontrol otot saat sedang tertidur misalnya saat tidur Anda tertawa atau menangis. 

      2. Halusinasi 
      Beberapa dari penderita narkolepsi biasanya mengalami gangguan halusinasi yang cukup menakutkan seperti saat jatuh tertidur atau dalam keadaan sadar atau bangun. 

      3. Kelumpuhan tidur
      Untuk kelumpuhan tidur, mungkin hanya sebagian penderita narkolepsi yang merasakannya. Kelumpuhan saat tidur dapat diartikan dimana Anda mungkin tidak dapat bergerak atau berbicara pada awal hingga bangun. 

      4. Microsleep
      Untuk gejala yang satu ini sedikit mirip dengan klepto tetapi bedanya Anda melakukannya dalam keadaan tertidur seperti bebicara, mengambil barang dan menyingkirkan barang-barang dan saat terbangun Anda lupa apa yang sedang terjadi dan tanpa mengingat apapun. 

      5. Insomnia
      Jika Anda menderita narkolepsi, Anda mungkin akan terjaga sepanjang malam dan memiliki tingkat denyut jantung yang tinggi sehingga menimbulkan rasa gelisah dan waspada. Hal inilah yang akan membuat Anda tidak dapat tertidur dan tetap terjaga.

      Penyebab Narkolepsi:
      Sementara para peneliti terus mencari penyebab narkolepsi, beberapa pendapat umum menyatakan penyebab awal narkolepsi adalah berdasarkan turunan dan beberapa di antaranya terjadi karena lingkungan dari beberapa macam-virus, misalnya virus yang dapat mempengaruhi sel otak Anda sehingga menyebabkan narkolepsi.

      Para ilmuwan telah menemukan bahwa orang yang mengidap narkolepsi memiliki jumlah hypocretin yang rendah dalam otak mereka yang biasa disebut dengan orexin yaitu zat kimia dalam otak yang mengaktifkan gairah dan mengatur tidur.

      Narcoleptics umumnya tidak memiliki banyak sel Hcrt (neuron yang mengeluarkan hypocretin), menghambat atau kemampuan untuk mengontrol kewaspadaan sehingga membuat Anda tertidur.

      Beberapa ilmuwan sedang bekerja pada melakukan pengobatan untuk melengkapi tingkat hypocretin sehingga mengurangi gejala narkolepsi.

      Pengujian Narkolepsi: 
      Narkolepsi tidak dapat didiagnosis. Biasanya para dokter hanya melakukan konsultasi kepada pasien mengenai gejala apa yang dialami, maka dari gejala tersebutlah dapat diketahui apakah pasien menderita narkolepsi atau tidak.
      Selain itu, gejala narkolepsi sering dikaitkan dengan gangguan tidur lainnya atau kondisi medis (seperti depresi atau epilepsi), karena itu diperlukan tinjauan lebih dalam mengenai gejala yang diutarakan pasien. 

      Pemeriksaan Narkolepsi:
      Untuk pemeriksaan, biasanya para dokter melakukan diagnosis dengan metode sebagai berikut:  
      1. Polysomnogram nocturnal
      adalah tes dengan cara mengukur aktivitas listrik otak dan jantung, dan pergerakan otot dan mata saat tertidur. 
      2. Latensi tidur (MSLT)
      adalah tes yang mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan bagi Anda untuk jatuh tertidur di siang hari. 
      3. Pengambilan cairan tulang belakang
      metode satu ini termasuk cara baru yang dilakukan untuk mendetesi narkolepsi. 

      Pengobatan Narkolepsi:
      Ada beberapa jenis obat yang dapat membantu dalam mengobati gejala-gejala utama narkolepsi. Obat yang biasa diresepkan untuk narkolepsi adalah stimulan, antidepresan, dan natrium oxybate. 
      Semua jenis obat ini memiliki efek samping jadi pastikan untuk melakukan pemeriksaan kedokter Anda terlebih dahulu dan berkonsultasi. Beberapa pasien juga memerlukan pengobatan dengan cara konseling atau terapi. 

      Obat yang umum digunakan untuk mengobati gejala narkolepsi meliputi: 
      1. Stimulan
      Stimulan merupakan salah satu obat untuk narkolepsi. Stimulan termasuk modafinil (Provigil) yaitu digunakan pada siang hari untuk tetap membuat Anda tetap terjaga dan mengurangi tingkat kewaspadaan.
      Efek samping dari modafinil sakit kepala, mual, mulut kering, dan diare. Efek samping kejiwaan, seperti kecemasan, mania, halusinasi, dan berpikir bunuh diri juga telah dilaporkan, dapat menjadi salah satu efek dari obat ini sehingga ada baiknya untuk berkonsultasinya. 

      2. Sodium oxybate (Xyrem)
      Obat ini termasuk dalam jenis obat keras dan hanya disarankan pada pasien yang memiliki cataplexy parah. Sodium oxybate juga dikenal sebagai GHB tetapi dianggap aman untuk mengobati narkolepsi bila digunakan dengan cara yang benar seperti untuk mengurangi kantuk di siang hari dan mengurangi cataplexy.
      Namun, efek samping dari obat ini termasuk cukup serius seperti mual, mengompol, dan yang lebih buruknya sleepwalking. Dosis terlalu tinggi bahkan dapat menyebabkan kesulitan bernapas, koma, dan kematian. 

      3. Antidepresan
      Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) digunakan untuk mengobati depresi, ngantuk dan mengurangi gejala cataplexy, halusinasi, dan kelumpuhan tidur. Antidepresan termasuk fluoxetine (Prozac), sertraline (Zoloft), dan antidepresan baru seperti venlafaxine (Effexor). 

      Sementara efek samping yang paling umum dari antidepresan termasuk penurunan gairah seksual, masalah pencernaan, gelisah, sakit kepala, dan insomnia.  
        ------------------------------------------------------------------- 
       
      Lanjutkan Membacanya pada Bagian Ke VII 
      "Seputar Tentang Tidur"