Rabu, 11 Februari 2015

Kaum Wanita Harus Tetap Mewaspadai Adanya Penyakit Kista Ovarium

Apa yang Anda pikirkan saat Anda mendapatkan bahwa Anda terdiagnosa suatu penyakit yang mungkin Anda tidak tau Apakah penyakit itu berbahaya atau tidak berbahaya bagi tubuh Anda... ?? 

Tak Seorangpun yang menginginkan tubuhnya tidak sehat, semua ingin sehat baik jasmani dan rohani. Banyak berbagai cara manusia ingin mengetahui tentang kesehatannya, dengan majunya IPTEK dijaman era maju ini, sungguh dipermudah bagi manusia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan berbagai tempat pelayanan kesehatan, seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Rumah Praktek Klinik, dan Instansi Kesehatan Lainnya. Hal ini lah yang perlu diperhatikan bagi kita semua untuk selalu memeriksakan sedini mungkin tentang kesehatan pada tubuh kita, agar suatu penyakit tersebut dapat terdeteksi sedini mungkin dan secepatnya mendapatkan pelayanan kesehatan dengan sebaik-baiknya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bagi Semua Kaum Wanita Harus Tetap Mewaspadai Adanya Penyakit Kista Ovarium ini

Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kista ovarium dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama kehamilan. Penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala, atau menimbulkan gejala tapi si penderita tidak mengetahuinya, dan kebanyakan baru diketahui saat wanita tanpa sengaja atau disengaja sedang melakukan pemeriksaan di bagian ginekologi (kandungan). Hasilnya seringkali penyakit baru diketahui pada tingkat lanjut. Sebagian besar kista ini terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.

Kista merupakan suatu benjolan/tumor berisi cairan yang umumnya berbentuk seperti buah bertangkai. Cairan kista bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). Isi cairan bisa berupa air, darah, nanah atau  cairan coklat kental.

Sebenarnya kista bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, dari paru-paru hingga usus. Namun, bila berbicara kista pada wanita, biasanya ada pada indung telur, lantaran itu dinamakan kista indung telur atau kista ovarium.

Kista di ovarium diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar, Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.Kista dapat bersifat jinak, dapat pula ganas.

Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di bagian ovarium. Ovarium juga mensekresikan hormon–hormon penting, seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim). Sepasang ovarium dapat menghasilkan 300.000 sel telur. Dari hasil penelitian, diketahui ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone).

Kista ovarium terbentuk dari berbagai macam sebab (penyebab persisnya belum diketahui). Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipe dari kista.
Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon (hormon pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri) yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium.
Walaupun penyebab utama belum diketahui namun dengan mengetahui faktor resikonya kita dapat melakukan usaha agar bisa meminimalkan kejadian kista
Gejala biasanya terjadi jika penderita telah mempunyai kista dalam waktu yang lama.

Gejala pada stadium awal umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik, yaitu berupa gangguan haid / menstruasi. Jika sudah membesar dan menekan rektum atau kandung kemih, dapat terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama, bahkan dapat terjadi pendarahan.
Pada stadium lanjut, gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) di dalam rongga perut, sehingga perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.

Pemeriksaan kista ovarium dilakukan berdasarkan gejala dan tanda-tandanya. Pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dapat membantu diagnosis dari beberapa tipe kista. Untuk mengkonfirmasi tipe kista ovarium, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa jenis pemeriksaan laboratorium, lalu melihat ovarium melalui USG, pemeriksaan patologi anatomi (PA), MRI, CT-Scan, laparoskopi atau melalui operasi. Apabila telah masuk pada stadium ganas, maka diperlukan pemeriksaan tumor marker.

Pengobatan tergantung pada tipe dan ukuran kista serta usia penderita. Untuk kista folikel, kista ini tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 bulan. Tetapi tetap harus dikonsultasikan pada dokter.
Untuk kista lutein golongan granulosa lutein, yang sering terjadi pada wanita hamil, akan sembuh secara perlahan-lahan pada masa kehamilan semester ketiga, sehingga jarang dilakukan operasi. Sedangkan untuk golongan teka lutein, maka akan menghilang secara spontan jika faktor penyebabnya telah dihilangkan.
Untuk Kista polisistik indung telur yang menetap / persisten, operasi harus dilakukan untuk mengangkat kista tersebut agar tidak menimbulkan gangguan dan rasa sakit.
Untuk kista fungsional, dapat digunakan pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista.

--> Pencegahan Kista:
Sebagai wanita seharusnya dapat mencegah agar dirinya tidak mempunyai kista dalam peranakannya.

Upaya yang dapat dilakukan adalah :
1. Menghindari atau membatasi faktor pemicu terjadinya kista.
2. Mengetahui secara dini penyakit ini, sehingga penderita tidak memasuki stadium yang terlalu berbahaya dan pengobatan yang diberikan masih memberikan hasil yang baik dengan komplikasi yang minimal. Upaya tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi :
   a. Pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya.
   b. Pemeriksaan USG, bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah.
   c. Pemeriksaan petanda tumor (tumor marker)
   d. Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu

Pemeriksaan diatas sangat dianjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai resiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :
   1. Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
   2. Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
   3. Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
   4. Wanita penderita kanker payudara dan kolon

Jadi, bagi para wanita, bila terdapat gangguan-gangguan yang berhubungan dengan organ-organ reproduksi Anda, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan lainnya, segera perisakan diri Anda kepada dokter dan jagalah tubuh Anda, terutama peranakan Anda agar Anda tidak mengalami momok yang hampir semua wanita sangat menakutinya dengan melakukan pemeriksaan secara rutin organ reproduksi  kepada dokter Anda.


Sumber Data:
- TerapiKistaOvarium-Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar