ROKOK ???.... iya, itu nama panggilannya,
Siapa sebenarnya rokok ini?... Apakah anda mengenalinya?... Seperti apa
bentuknya?... Darimana dia diciptakan?... Dariapa dia diciptakan?... Apa
Keuntungannya?... dan Apa Kerugiannya?...
--------------------------------------------------------------------------------------
Khusus Anda yang belum tau samasekali, yang sudah
cukup tau, dan yang sudah sangat tau tentang ROKOK, mari sama-sama kita sempatkan
waktu Anda untuk terus banyak membaca berbagai artikel-artikel yang membahas
tentang rokok, agar Anda mendapatkan pengetahuan yang luas dan paham mengenai
bahayanya dunia rokok, sehingga terbentuklah sikap dan perilaku pada diri Anda,
setidaknya merubah pemikiran Anda kehal yang positif untuk berusaha
mengurangi merokok dan berusaha segera mengakhiri hubungan Anda terhadap rokok.
------------------------------------------------------------------------------------------
Perlu
Anda ketahui, Apa saja tentang ROKOK?
berikut
ulasannya:
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan
sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil
itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di
sekitar perokok yang bukan perokok.
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara
70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm
yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah
satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada
ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak
atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak
beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai
pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat
ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung
(walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita.
Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat.
Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak
orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan
jelas.
Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang
200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi
tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida,
dsb.
Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat
bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan
pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang
ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih
berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.
Mari kita
lihat data-data berikut:
Tipe
Perokok :
Berdasarkan
tipe perokoknya, menurut Smet (1994) ada tiga tipe perokok yang diklasifikasi
menurut banyaknya rokok yang dihisap, yaitu :
1. Perokok berat yang menghisap lebih dari 15
batang rokok dalam sehari.
2. Perokok sedang yang menghisap 5-14 batang
rokok dalam sehari.
3.
Perokok ringan yang menghisap 1-4 batang rokok
dalam sehari.
Umur Mulai Merokok :
Kecenderungan Umur Mulai Merokok
Tabel. Persentase perokok umur >
15 tahun berdasarkan umur mulai merokok di Indonesia
Tahun 1995, 2001, 2004, dan 2007
Umur mulai merokok
|
Tahun
|
|||
1995
|
2001
|
2004
|
2007
|
|
5-9
|
0,6
|
0,4
|
1,7
|
1,9
|
10-14
|
9,0
|
9,5
|
12,6
|
16,0
|
15-19
|
54,6
|
58,9
|
63,7
|
50,7
|
20-24
|
25,8
|
23,9
|
17,2
|
19,0
|
25-29
|
6,3
|
4,8
|
3,1
|
5,5
|
30+
|
3,8
|
2,6
|
1,82
|
6,9
|
Sumber : Survei Sosial Ekonomi
Nasional (Susenas)-Tahun (1995, 2001 dan 2004) dan Riskesdas 2007
Umur dan Jenis Kelamin Perokok :
Peningkatan pada kelompok umur 15-19 tahun, dari 7,1%
(1995) menjadi 19,9% (2007) atau naik 180% selama tahun 1995 – 2007. Prevalensi merokok
meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan kelompok umur. Peningkatan tertinggi
terjadi pada kelompok umur yang paling muda yaitu 10-14 tahun dari 0,3% menjadi
2,0% atau meningkat hampir 7 kali lipat selama 12 tahun terakhir.
Prevalensi perokok berdasarkan kelompok umur
dan jenis kelamin
Indonesia tahun 1995, 2001, 2004 dan 2007
Kel. Umur
|
1995
|
2001
|
2004
|
2007
|
|||||||||
L
|
P
|
Total
|
L
|
P
|
Total
|
L
|
P
|
Total
|
L
|
P
|
Total
|
||
10-14
|
0,5
|
0,1
|
0,3
|
0,7
|
0
|
0,4
|
NA
|
NA
|
NA
|
3,5
|
0,5
|
2,0
|
|
15-19
|
13,7
|
0,3
|
7,1
|
24,2
|
0,2
|
12,7
|
32,8
|
1,9
|
17,3
|
37,3
|
1,6
|
18,8
|
|
20-24
|
42,6
|
1
|
20,3
|
60,1
|
0,6
|
28,8
|
63,6
|
4,1
|
30,6
|
67,6
|
2,3
|
32,8
|
|
25-29
|
57,3
|
1,1
|
27,4
|
69,9
|
0,6
|
33,7
|
69,9
|
4,5
|
34,7
|
73,5
|
2,5
|
35,1
|
|
30-34
|
64,4
|
1,2
|
31,5
|
70,5
|
0,9
|
35,3
|
68,9
|
3,8
|
37,3
|
73,3
|
2,7
|
35,6
|
|
35-39
|
67,3
|
1,7
|
35,6
|
73,5
|
1,3
|
36,6
|
67,7
|
5,0
|
39,7
|
71,7
|
3,4
|
35,7
|
|
40-44
|
67,3
|
2,3
|
34,2
|
74,3
|
1,9
|
39,6
|
66,9
|
4,9
|
40,1
|
71,6
|
4,6
|
36,6
|
|
45-49
|
68
|
3,1
|
35,7
|
74,4
|
2,2
|
41,3
|
67,9
|
5,8
|
41,0
|
72,5
|
5,9
|
38,1
|
|
50-54
|
66,8
|
3,4
|
34,5
|
70,4
|
2,6
|
34,8
|
67,9
|
4,9
|
38,8
|
69,9
|
7,0
|
38,6
|
|
55-59
|
66,1
|
3,3
|
33,9
|
69,9
|
3
|
36,3
|
64,1
|
6,2
|
36,8
|
68,2
|
8,4
|
39,2
|
|
60-64
|
64,7
|
2,8
|
32,2
|
65,6
|
2,8
|
32,6
|
60,0
|
6,2
|
31,3
|
64,0
|
11,4
|
36,3
|
|
65-69
|
64,3
|
3,8
|
34
|
64,7
|
2,7
|
32,2
|
58,7
|
4,4
|
30,9
|
60,5
|
13,5
|
35,7
|
|
70-74
|
56,9
|
3,1
|
30,6
|
59,2
|
2,1
|
30
|
55,3
|
3,8
|
27,0
|
58,4
|
17,0
|
35,8
|
|
75+
|
53,3
|
1,9
|
24,8
|
48,5
|
2,1
|
23,5
|
47,4
|
4,1
|
24,9
|
55,5
|
18,0
|
34,9
|
|
Sumber : Survei Sosial Ekonomi (Susenas)
Tahun 1995, 2001,2004 dan Riskesdas 2007
Konsumsi Rokok per Kapita per Hari
Hasil data Riskesdas 2007 menunjukkan rata-rata jumlah konsumsi rokok
orang dewasa adalah 10 batang perhari, laki-laki 11 batang dan perempuan 7
batang perhari.
Menurut Lokasi. Di daerah perdesaan jumlah
batang rokok yang dikonsumsi sedikit
lebih banyak dibandingkan daerah perkotaan, baik pada laki-laki maupun
pada perempuan.
Menurut Status
Perkawinan. Perokok laki-laki yang tidak menikah mengkonsumsi rokok lebih
sedikit dari yang menikah. Sementara pada perempuan terjadi sebaliknya.
Menurut
Umur. Konsumsi rokok laki-laki adalah paling rendah pada kelompok umur 15-24
tahun dan kelompok umur 55 tahun ke atas, tetapi pada perempuan ada
kecenderungan semakin tinggi kelompok umur konsumsi rokok menurun.
Rata-rata Konsumsi Rokok (Batang per hari)
menurut Karakteristik
Tahun 2007 (data Riskesdas)
No.
|
Variable
|
Tahun 2007
|
||
Jenis Kelamin
|
Total
|
|||
L
|
P
|
|||
1
|
Lokasi
|
|||
Kota
|
10,1
|
6,8
|
9,8
|
|
Desa
|
10,7
|
7,8
|
10,5
|
|
2
|
Kelompok Pendapatan
|
|||
K1 (terendah)
|
10,0
|
7,1
|
9,8
|
|
K2
|
10,2
|
7,7
|
10,0
|
|
K3
|
10,5
|
7,4
|
10,2
|
|
K4
|
10,7
|
7,4
|
10,4
|
|
K5 (tertinggi)
|
11,2
|
7,7
|
11,0
|
|
3
|
Tingkat Pendidikan
|
|||
Dasar
|
10,7
|
7,2
|
10,3
|
|
Menengah
|
10,2
|
8,2
|
10,1
|
|
Tinggi
|
10,7
|
8,2
|
10,6
|
|
4
|
Status Perkawinan
|
|||
Kawin
|
10,9
|
7,3
|
10,6
|
|
Tidak Kawin
|
8,8
|
9,2
|
8,8
|
|
5
|
Status Pekerjaan
|
|||
Tak Bekerja
|
8,2
|
7,3
|
7,9
|
|
Bekerja
|
10,8
|
7,7
|
10,7
|
|
6
|
Kelompok Umur
|
|||
15-24
|
8,4
|
9,4
|
8,4
|
|
25-34
|
10,6
|
8,5
|
10,4
|
|
35-44
|
11,2
|
7,7
|
11,1
|
|
45-54
|
11,5
|
7,1
|
11,1
|
|
55+
|
10,3
|
6,9
|
9,7
|
|
Total
|
10,5
|
7,4
|
10,2
|
|
Jumlah
Perokok :
Daftar 10
Negara Perokok Terbesar di Dunia**
- China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk
- India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
- Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)
- Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk
- Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
- Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk
- Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
- Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk
- Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%
- Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%
Sumber :
WHO Report on Global Tobacco Epidemic, 2008
* Jumlah perokok didunia mencapai 1,3 milyar
orang.
Jumlah Konsumsi Rokok :
Konsumsi Rokok di Indonesia 2005
- 2008 (milyar batang)
Selama kurun waktu 1970-2000, konsumsi rokok di Indonesia meningkat 7
kali lipat dari sekitar 33 milyar menjadi 217 milyar batang. Selanjutnya, dari
tahun 2000 hingga tahun 2002 terjadi penurunan konsumsi rokok karena terjadi
peningkatan harga riil rokok pada tahun 1998. Akan
tetapi penurunan tersebut sebenarnya semu karena Departemen Keuangan mendeteksi
adanya rokok ilegal dan pemalsuan cukai. Dengan adanya penurunan konsumsi rokok
tersebut maka Departemen Keuangan membekukan peningkatan cukai tahunan selama
tahun 2003-2004 yang bertujuan untuk “menyehatkan industri”. Dampak dari kebijakan
pembekuan ini, pada data tahun 2008 menunjukkan konsumsi rokok sebesar 240
milyar batang,
Berdasarkan jumlah perokok, Indonesia adalah negara ketiga dengan jumlah
perokok terbesar di dunia setelah China dan India (WHO, 2008).
-------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutkan Membacanya pada Bagian Ke III
"Tanyakan Padanya, Mengapa Anda Masih Saja Merokok?"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar