Sabtu, 14 Februari 2015

Bagian Ke II: Tanyakan Padanya, Mengapa Anda Masih Saja Merokok?


ROKOK ???.... iya, itu nama panggilannya, Siapa sebenarnya rokok ini?... Apakah anda mengenalinya?... Seperti apa bentuknya?... Darimana dia diciptakan?... Dariapa dia diciptakan?... Apa Keuntungannya?... dan Apa Kerugiannya?...

--------------------------------------------------------------------------------------

Lanjutan dari Bagian ke I:


Khusus Anda yang belum tau samasekali, yang sudah cukup tau, dan yang sudah sangat tau tentang ROKOK, mari sama-sama kita sempatkan waktu Anda untuk terus banyak membaca berbagai artikel-artikel yang membahas tentang rokok, agar Anda mendapatkan pengetahuan yang luas dan paham mengenai bahayanya dunia rokok, sehingga terbentuklah sikap dan perilaku pada diri Anda, setidaknya merubah pemikiran Anda kehal yang positif untuk  berusaha mengurangi merokok dan berusaha segera mengakhiri hubungan Anda terhadap rokok.

------------------------------------------------------------------------------------------

Perlu Anda ketahui, Apa saja tentang ROKOK? 
berikut ulasannya:

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).

Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. 

Asap rokok  mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb. 

Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.


Mari kita lihat data-data berikut:

Tipe Perokok :
Berdasarkan tipe perokoknya, menurut Smet (1994) ada tiga tipe perokok yang diklasifikasi menurut banyaknya rokok yang dihisap, yaitu :
1.         Perokok berat yang menghisap lebih dari 15 batang rokok dalam sehari.
2.         Perokok sedang yang menghisap 5-14 batang rokok dalam sehari.
3.         Perokok ringan yang menghisap 1-4 batang rokok dalam sehari.

Umur Mulai Merokok :
            Kecenderungan Umur Mulai Merokok
 Tabel. Persentase perokok umur > 15 tahun berdasarkan umur mulai merokok di Indonesia
Tahun 1995, 2001, 2004, dan 2007
Umur mulai merokok
Tahun
1995
2001
2004
2007
5-9
0,6
0,4
1,7
1,9
10-14
9,0
9,5
12,6
16,0
15-19
54,6
58,9
63,7
50,7
20-24
25,8
23,9
17,2
19,0
25-29
6,3
4,8
3,1
5,5
30+
3,8
2,6
1,82
6,9
Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)-Tahun (1995, 2001 dan 2004) dan Riskesdas 2007

Umur dan Jenis Kelamin Perokok :

Peningkatan pada kelompok umur 15-19 tahun, dari 7,1% (1995) menjadi 19,9% (2007) atau naik 180% selama tahun 1995 – 2007. Prevalensi merokok meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan kelompok umur. Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok umur yang paling muda yaitu 10-14 tahun dari 0,3% menjadi 2,0% atau meningkat hampir 7 kali lipat selama 12 tahun terakhir.

Prevalensi perokok berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin
Indonesia tahun 1995, 2001, 2004 dan 2007
Kel. Umur
1995
2001
2004
2007

L
P
Total
L
P
Total
L
P
Total
L
P
Total


10-14
0,5
0,1
0,3
0,7
0
0,4
NA
NA
NA
3,5
0,5
2,0

15-19
13,7
0,3
7,1
24,2
0,2
12,7
32,8
1,9
17,3
37,3
1,6
18,8

20-24
42,6
1
20,3
60,1
0,6
28,8
63,6
4,1
30,6
67,6
2,3
32,8

25-29
57,3
1,1
27,4
69,9
0,6
33,7
69,9
4,5
34,7
73,5
2,5
35,1

30-34
64,4
1,2
31,5
70,5
0,9
35,3
68,9
3,8
37,3
73,3
2,7
35,6

35-39
67,3
1,7
35,6
73,5
1,3
36,6
67,7
5,0
39,7
71,7
3,4
35,7

40-44
67,3
2,3
34,2
74,3
1,9
39,6
66,9
4,9
40,1
71,6
4,6
36,6

45-49
68
3,1
35,7
74,4
2,2
41,3
67,9
5,8
41,0
72,5
5,9
38,1

50-54
66,8
3,4
34,5
70,4
2,6
34,8
67,9
4,9
38,8
69,9
7,0
38,6

55-59
66,1
3,3
33,9
69,9
3
36,3
64,1
6,2
36,8
68,2
8,4
39,2

60-64
64,7
2,8
32,2
65,6
2,8
32,6
60,0
6,2
31,3
64,0
11,4
36,3

65-69
64,3
3,8
34
64,7
2,7
32,2
58,7
4,4
30,9
60,5
13,5
35,7

70-74
56,9
3,1
30,6
59,2
2,1
30
55,3
3,8
27,0
58,4
17,0
35,8

75+
53,3
1,9
24,8
48,5
2,1
23,5
47,4
4,1
24,9
55,5
18,0
34,9

Sumber : Survei Sosial Ekonomi (Susenas) Tahun 1995, 2001,2004 dan Riskesdas 2007

 
Konsumsi Rokok per Kapita per Hari
Hasil data Riskesdas 2007 menunjukkan rata-rata jumlah konsumsi rokok orang dewasa adalah 10 batang perhari, laki-laki 11 batang dan perempuan 7 batang perhari. 

Menurut Lokasi. Di daerah perdesaan jumlah batang rokok yang dikonsumsi sedikit lebih banyak dibandingkan daerah perkotaan, baik pada laki-laki maupun pada perempuan.
Menurut Status Perkawinan. Perokok laki-laki yang tidak menikah mengkonsumsi rokok lebih sedikit dari yang menikah. Sementara pada perempuan terjadi sebaliknya.
Menurut Umur. Konsumsi rokok laki-laki adalah paling rendah pada kelompok umur 15-24 tahun dan kelompok umur 55 tahun ke atas, tetapi pada perempuan ada kecenderungan semakin tinggi kelompok umur konsumsi rokok menurun.
Rata-rata Konsumsi Rokok (Batang per hari) menurut Karakteristik

Tahun 2007 (data Riskesdas)

No.
Variable
Tahun 2007
Jenis Kelamin
Total
L
P
1
Lokasi




Kota
10,1
6,8
9,8

Desa
10,7
7,8
10,5
2
Kelompok Pendapatan




K1 (terendah)
10,0
7,1
9,8

K2
10,2
7,7
10,0

K3
10,5
7,4
10,2

K4
10,7
7,4
10,4

K5 (tertinggi)
11,2
7,7
11,0
3
Tingkat Pendidikan




Dasar
10,7
7,2
10,3

Menengah
10,2
8,2
10,1

Tinggi
10,7
8,2
10,6
4
Status Perkawinan




Kawin
10,9
7,3
10,6

Tidak Kawin
8,8
9,2
8,8
5
Status Pekerjaan




Tak Bekerja
8,2
7,3
7,9

Bekerja
10,8
7,7
10,7
6
Kelompok Umur




15-24
8,4
9,4
8,4

25-34
10,6
8,5
10,4

35-44
11,2
7,7
11,1

45-54
11,5
7,1
11,1

55+
10,3
6,9
9,7

Total
10,5
7,4
10,2
  
Jumlah Perokok :
Daftar 10 Negara Perokok Terbesar di Dunia**
  1. China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk
  2. India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
  3. Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)
  4. Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk
  5. Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
  6. Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk
  7. Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
  8. Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk
  9. Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%
  10. Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%
 Sumber : WHO Report on Global Tobacco Epidemic, 2008
* Jumlah perokok didunia mencapai 1,3 milyar orang.



Jumlah Konsumsi Rokok :
Konsumsi Rokok di Indonesia 2005 - 2008 (milyar batang)
Selama kurun waktu 1970-2000, konsumsi rokok di Indonesia meningkat 7 kali lipat dari sekitar 33 milyar menjadi 217 milyar batang. Selanjutnya, dari tahun 2000 hingga tahun 2002 terjadi penurunan konsumsi rokok karena terjadi peningkatan harga riil rokok pada tahun 1998. Akan tetapi penurunan tersebut sebenarnya semu karena Departemen Keuangan mendeteksi adanya rokok ilegal dan pemalsuan cukai. Dengan adanya penurunan konsumsi rokok tersebut maka Departemen Keuangan membekukan peningkatan cukai tahunan selama tahun 2003-2004 yang bertujuan untuk “menyehatkan industri”. Dampak dari kebijakan pembekuan ini, pada data tahun 2008 menunjukkan konsumsi rokok sebesar 240 milyar batang, 


Berdasarkan jumlah perokok, Indonesia adalah negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India (WHO, 2008).


 -------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutkan Membacanya pada Bagian Ke III
"Tanyakan Padanya, Mengapa Anda Masih Saja Merokok?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar