Jumat, 27 Februari 2015

Bagian Ke VI: Seputar Tentang Tidur

Menurut Anda Tidur itu apa?... 

Memang banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan pembahasan tentang Tidur dibawah ini.  
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutan dari Bagian Ke V: 


Yuukkk, kita Lanjutkan membacanya... 
Agar Anda paham dan mengerti Apa Saja hal-hal yang dapat Mengganggu Tidur Anda?... dan Bagaimana cara mengatasinya?... 

Seputar Tentang Tidur
berikut ulasannya:
 
" HIPERSOMNIA"

Kata Hipersomnia (hypersomnia) berasal dari kata Yunani hyper, yang artinya “lebih” atau “lebih dari normal”, dan dari bahasa Latin somnus, artinya “tidur”. Hipersomnia (hypersomnia) primer yang merupakan rasa kantuk yang berlebihan sepanjang hari yang berlangsung sampai sebulan atau lebih.

Hipersomnia adalah kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yang berlebihan terutama pada siang hari.

Hipersomnia merupakan salah satu kelainan tidur yang ditandai rasa kantuk yang berlebihan. Sehingga pasien sering kali membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih lama dari orang normal.

Hipersomnia adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kantuk berlebihan bukan karena kurang tidur. Biasanya seseorang yang mengalami kondisi ini sering merasa sangat mengantuk dan ingin tidur berulang kali di siang hari. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu.

Jika anda sering merasakan kantuk yang sangat hebat di siang hari, ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, merasa ngantuk yang berlebihan di siang hari merupakan salah satu gejala gangguan tidur yang disebut Hipersomnia.

"Untuk mengetahui gejala lebih lanjut, dokter akan mengecek kebiasaan tidur Anda, seperti berapa lama Anda tidur di malam hari, atau apakah terus terbangun di malam hari membuat Anda sering ketiduran di siang hari," ujar Dokter Spesialis Syaraf yang khusus menangani gangguan tidur, (Meredith Broderick dari The Plyclinic Sleep Medicine Center, Seattle, Amerika Serikat).


Hipersomnia wajib diwaspadai karena dapat mengganggu dan membahayakan aktivitas seseorang. Karena Hipersomnia seseorang dapat tertidur dimanapunm, saat sedang bekerja, bahkan saat sedang menyetir. Hipersomnia juga menyebabkan masalah lain seperti kurang energi dan kesulitan berpikir jernih.

Hipersomnia yang berkelanjutan tidak hanya dapat mengganggu kesehatan fisik seseorang tetapi juga dapat mengganggu mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Hipersomnia yang berlangsung lama dan tidak mendapatkan perawatan yang memadai dapat menyebabkan bingung, kehilangan memori, lesu, dan cemas. 

Hipersomnia bukan merupakan suatu jenis penyakit tertentu melainkan merupakan gejala dari penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengobati hipersomnia, perlu diketahui penyebabnya. Mengobati hipersomnia berarti mengobati penyakit atau gangguan kesehatan yang menyebabkan gejala kantuk berlebihan tersebut.

Untuk membebaskan diri dari "kekacauan" akibat tak bisa membuat rutinitas tidur kita menjadi lebih berkualitas, lakukanlah 8 langkah berikut:

1. Tidur berkualitas: 
Ketika kita bicara tidur yang berkualitas, bukan hanya durasi lamanya mata terpejam yang diperhitungkan. Melainkan bagaimana kita membuat gelombang otak masuk ke dalam vase tidur lelap. Dan vase tidur lelap akan tercapai jika kita benar-benar siap untuk tidur tak hanya sekadar memejamkan mata.

Mengenai durasi, idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 8-9 jam di malam hari. Sedangkan untuk remaja, 9 jam adalah waktu yang tak bisa ditawar-tawar.

2. Jauhkan pengganggu tidur: 
“Jadikanlah tempat tidur sebagai tempat yang nyaman untuk terlelap dan bercinta,” demikian Avelino Verceles, MD, asisten profesor dari University of Maryland School of Medicine menyarankan. Ini artinya, sambung Verceles yang juga direktur School’s Sleep Medicine Fellowship, kita harus menjauhkan televisi, video games, dan laptop atau komputer dari kamar. 

3. Buat jam tidur yang teratur: 
Orang yang mengidap gangguan tidur biasanya akan disarankan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk hari libur dan akhir pekan. Tapi menurut Barry Krakow, MD, direktur medis Maimonides Sllep Arts and Sciences, Ltd., yang juga menulis buku Sound Sleep, Sound Mind: 7 Keys to Sleeping Through the Night, mengatur waktu tidur dan bangun justru menjadi kesulitan tersendiri bagi mereka yang sudah mengalami gangguan tidur.
Untuk itu, Krakow menawarkan sebuah alternatif, yaitu dengan menentukan waktu bangun yang harus diikuti setiap harinya. “Konsisten bangun di waktu yang sama selama seminggu atau sampai sebulan, maka tubuh akan mengikuti ritme tersebut.”
Ritme ini yang nantinya akan membentuk sirkardian atau jam biologis tubuh. Kita akan selalu mengantuk lebih cepat jika di malam sebelumnya kita kurang tidur, tapi bangun selalu di jam yang sama. Walhasil tubuh akan meminta kita kembali pada jam tidur yang sebelumnya. 

4. Perlahan majukan jam tidur kita: 
Jika menentukan jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya tak sukses, cobalah majukan jam tidur kita 15 menit lebih cepat selama 4 malam berturut-turut. Setelah ini berhasil, buat jadwal tidur kita 1 jam lebih cepat dari biasanya. 

5. Makanlah dengan teratur: 
Jika kita bertanya apa hubungannya makan dengan tidur, maka jawabannya adalah keduanya sangat erat terkait. Makan di jam yang sama setiap hari akan membuat sirkardian kita "berdentang" dengan teratur, termasuk distribusi energi untuk memberikan sinyal pada kita bahwa sudah waktunya istirahat. 
Jika kita tidak makan teratur, misalnya memundurkan makan siang menjadi lebih sore, akan membuat makan malam kita mundur sampai mendekati waktu tidur. Dan pasokan energi mendekati waktu tidur justru membuat kita bersemangat melakukan banyak hal. Plus idealnya, 2 sampai 3 jam sebelum waktu tidur kita sudah berhenti makan agar metabolisme berjalan sempurna sehingga tak ada yang berubah wujud menjadi timbunan lemak di tubuh. 

6. Berolahraga:
Lakukanlah aktivitas bakar lemak seperti aerobik setiap hari, minimal 30 menit. Aerobik akan membuat tubuh kita lebih cepat terlelap. Terlebih jika kita melakukan olahraga di ruang terbuka, 30 menit terpapar sinar matahari pagi akan meregulasi pola tidur kita. Sehingga secara alamiah bisa tidur dengan teratur dan berkualitas. Yang perlu diingat adalah hindarilah berolahraga 3 jam sebelum tidur, sebab adrenalin yang terpacu justru akan menjauhkan kita dari rasa kantuk. 

7. Naiklah ke atas tempat tidur jika benar-benar sudah mengantuk: 
Menurut Krakow, jika kita hanya kelelahan setelah beraktivitas seharian, sebaiknya jangan naik ke atas tempat tidur. Sebab ternyata, ini justru tak akan membuat kita terlelap. Melainkan hanya berguling-guling di atas tempat tidur. 
“Rasa kantuk yang sebenarnya adalah ketika kita mulai merasa tak bisa berkonsentrasi dan mata sudah ingin terlelap. Sedangkan untuk rasa kelelahan kita, cobalah untuk relaksasi selama 15 menit, dengan otot-otot tubuh tidak menjadi ‘rewel’ ketika berbaring di atas tempat tidur,” Krakow memaparkan. 

8. Temuilah pakar kesehatan tidur: 
Jika 7 langkah di atas masih belum juga berhasil membuat kita tertidur dengan nyenyak, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kesehatan tidur.  Sebab hipersomnia juga bisa merujuk pada gangguan tidur seperti narkolepsi atau sleep apnea. Narkolepsi adalah gangguan yang membuat orang tak bisa menahan rasa kantuknya, sehingga dalam keadaan tengah beraktivitas pun bisa tiba-tiba tertidur. Sedangkan sleep apnea, gangguan nafas pada saat tidur yang sebenarnya membuat otak kita tetap terjaga meski mata terpejam. 

Meski begitu, penyebab mengantuk di siang hari tidak mesti disebabkan karena Hipersomnia. Beberapa dokter mengkaitkannya dengan kebiasaan mengkonsumsi obat dan gangguan emosional yang berpengaruh pola tidur seseorang. 

Guna mengetahui dan menganalisa gejala Hipersomnia, dokter akan melakukan beberapa tes. Seperti tes darah, CT Scan, Polysomnography atau tes tidur, dan tes aktivitas listrik di otak yang dikenak dengan EEG.

Hal lain yang juga bisa mengundang gangguan tidur adalah depresi, paska trauma, atau obat-obatan. Itu mengapa kita butuh bantuan ahli yang mengerti bagaimana mengatasi berbagai pemicu gangguan tidur tersebut.
------------------------------------------------------------------------------------------

" NARKOLEPSI " 
Narkolepsi dalam bahasa awam, bisa dikatakan sebagai serangan tidur, dimana penderitanya amat sulit mempertahankan keadaan sadar. Hampir sepanjang waktu ia mengantuk. Rasa kantuk biasanya hilang setelah tidur selama 15 menit, tetapi dalam waktu singkat kantuk sudah menyerang kembali. Sebaliknya di malam hari, banyak penderita narkolepsi yang mengeluh tidak dapat tidur.

Narkolepsi adalah sejenis gangguan neurologis kronis yang mempengaruhi bagian otak yang berfungsi untuk mengatur pola tidur.
Mereka yang menderita narkolepsi dapat mengalami kantuk di siang hari yang berlebihan dan tiba-tiba kehilangan kontrol dimana hal ini didasari karena tingginya tingkat emosi yang kuat. Akibatnya, seseorang bisa jatuh tertidur saat bekerja, memasak, atau bahkan mengemudi.



Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai narkolepsi yang dimulai dari gejala narkolepsi, penyebab dan cara penyembuhannya. 
 
Berikut Gejala Narkolepsi

Kebanyakan penderita narkolepsi akan mengalami gejala awal saat berusia usia 10 dan 25 tahun. Gejala dari narkolepsi dapat terjadi dengan berbagai macam cara, tetapi untuk gejala awal biasanya ditandai dengan kantuk di siang hari yang berlebihan dengan atau tanpa sadar tiba-tiba ter tidur.

Gejala lain dari narkolepsi seperti halusinasi, kelumpuhan tidur, dan cataplexy (tiba-tiba kehilangan kontrol otot). Selain ngantuk yang berlebihan saat siang hari.

Gejala umum yang biasanya menjadi tanda Anda menderita narkolepsi yaitu sebagai berikut: 
1. Cataplexy (kehilangan kontrol otot) 
Seringkali narkolepsi dapat menyebabkan Anda tiba-tiba kehilangan kontrol otot saat sedang tertidur misalnya saat tidur Anda tertawa atau menangis. 

2. Halusinasi 
Beberapa dari penderita narkolepsi biasanya mengalami gangguan halusinasi yang cukup menakutkan seperti saat jatuh tertidur atau dalam keadaan sadar atau bangun. 

3. Kelumpuhan tidur
Untuk kelumpuhan tidur, mungkin hanya sebagian penderita narkolepsi yang merasakannya. Kelumpuhan saat tidur dapat diartikan dimana Anda mungkin tidak dapat bergerak atau berbicara pada awal hingga bangun. 

4. Microsleep
Untuk gejala yang satu ini sedikit mirip dengan klepto tetapi bedanya Anda melakukannya dalam keadaan tertidur seperti bebicara, mengambil barang dan menyingkirkan barang-barang dan saat terbangun Anda lupa apa yang sedang terjadi dan tanpa mengingat apapun. 

5. Insomnia
Jika Anda menderita narkolepsi, Anda mungkin akan terjaga sepanjang malam dan memiliki tingkat denyut jantung yang tinggi sehingga menimbulkan rasa gelisah dan waspada. Hal inilah yang akan membuat Anda tidak dapat tertidur dan tetap terjaga.

Penyebab Narkolepsi:
Sementara para peneliti terus mencari penyebab narkolepsi, beberapa pendapat umum menyatakan penyebab awal narkolepsi adalah berdasarkan turunan dan beberapa di antaranya terjadi karena lingkungan dari beberapa macam-virus, misalnya virus yang dapat mempengaruhi sel otak Anda sehingga menyebabkan narkolepsi.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa orang yang mengidap narkolepsi memiliki jumlah hypocretin yang rendah dalam otak mereka yang biasa disebut dengan orexin yaitu zat kimia dalam otak yang mengaktifkan gairah dan mengatur tidur.

Narcoleptics umumnya tidak memiliki banyak sel Hcrt (neuron yang mengeluarkan hypocretin), menghambat atau kemampuan untuk mengontrol kewaspadaan sehingga membuat Anda tertidur.

Beberapa ilmuwan sedang bekerja pada melakukan pengobatan untuk melengkapi tingkat hypocretin sehingga mengurangi gejala narkolepsi.

Pengujian Narkolepsi: 
Narkolepsi tidak dapat didiagnosis. Biasanya para dokter hanya melakukan konsultasi kepada pasien mengenai gejala apa yang dialami, maka dari gejala tersebutlah dapat diketahui apakah pasien menderita narkolepsi atau tidak.
Selain itu, gejala narkolepsi sering dikaitkan dengan gangguan tidur lainnya atau kondisi medis (seperti depresi atau epilepsi), karena itu diperlukan tinjauan lebih dalam mengenai gejala yang diutarakan pasien. 

Pemeriksaan Narkolepsi:
Untuk pemeriksaan, biasanya para dokter melakukan diagnosis dengan metode sebagai berikut:  
1. Polysomnogram nocturnal
adalah tes dengan cara mengukur aktivitas listrik otak dan jantung, dan pergerakan otot dan mata saat tertidur. 
2. Latensi tidur (MSLT)
adalah tes yang mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan bagi Anda untuk jatuh tertidur di siang hari. 
3. Pengambilan cairan tulang belakang
metode satu ini termasuk cara baru yang dilakukan untuk mendetesi narkolepsi. 

Pengobatan Narkolepsi:
Ada beberapa jenis obat yang dapat membantu dalam mengobati gejala-gejala utama narkolepsi. Obat yang biasa diresepkan untuk narkolepsi adalah stimulan, antidepresan, dan natrium oxybate. 
Semua jenis obat ini memiliki efek samping jadi pastikan untuk melakukan pemeriksaan kedokter Anda terlebih dahulu dan berkonsultasi. Beberapa pasien juga memerlukan pengobatan dengan cara konseling atau terapi. 

Obat yang umum digunakan untuk mengobati gejala narkolepsi meliputi: 
1. Stimulan
Stimulan merupakan salah satu obat untuk narkolepsi. Stimulan termasuk modafinil (Provigil) yaitu digunakan pada siang hari untuk tetap membuat Anda tetap terjaga dan mengurangi tingkat kewaspadaan.
Efek samping dari modafinil sakit kepala, mual, mulut kering, dan diare. Efek samping kejiwaan, seperti kecemasan, mania, halusinasi, dan berpikir bunuh diri juga telah dilaporkan, dapat menjadi salah satu efek dari obat ini sehingga ada baiknya untuk berkonsultasinya. 

2. Sodium oxybate (Xyrem)
Obat ini termasuk dalam jenis obat keras dan hanya disarankan pada pasien yang memiliki cataplexy parah. Sodium oxybate juga dikenal sebagai GHB tetapi dianggap aman untuk mengobati narkolepsi bila digunakan dengan cara yang benar seperti untuk mengurangi kantuk di siang hari dan mengurangi cataplexy.
Namun, efek samping dari obat ini termasuk cukup serius seperti mual, mengompol, dan yang lebih buruknya sleepwalking. Dosis terlalu tinggi bahkan dapat menyebabkan kesulitan bernapas, koma, dan kematian. 

3. Antidepresan
Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) digunakan untuk mengobati depresi, ngantuk dan mengurangi gejala cataplexy, halusinasi, dan kelumpuhan tidur. Antidepresan termasuk fluoxetine (Prozac), sertraline (Zoloft), dan antidepresan baru seperti venlafaxine (Effexor). 

Sementara efek samping yang paling umum dari antidepresan termasuk penurunan gairah seksual, masalah pencernaan, gelisah, sakit kepala, dan insomnia.  
  ------------------------------------------------------------------- 
 
Lanjutkan Membacanya pada Bagian Ke VII 
"Seputar Tentang Tidur"
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar