Selasa, 17 Februari 2015

Bagian Ke II: Seputar Tentang Tidur

Menurut Anda Tidur itu apa?... 
Memang banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan pembahasan tentang Tidur dibawah ini.  
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutan dari Bagian Ke I:


Yuukkk, kita baca baik-baik Artikel ini... 
Agar Anda paham dan mengerti tentang Apa itu Menguap?... Mengapa Anda bisa menguap?... Benarkah Menguap itu menular?... dan Mengapa saat Menguap bisa mengeluarkan air mata?... 
Mengapa hal itu bisa terjadi?...
 
 Hooooaaaaaammmmm.........


Seputar Tentang Tidur
berikut ulasannya:


Menguap merupakan refleks pernafasan untuk menarik lebih banyak oksigen ke dalam aliran darah. Menguap kadang dikaitkan dengan seseorang yang lelah, tapi kelelahan tidak selalu menjadi penyebab menguap. Orang menguap bisa karena berbagai alasan, termasuk stres, kebosanan, emosi , dan kelelahan.

Menguap adalah tindakan refleks yang terjadi pada semua orang, biasanya dilakukan untuk menghirup udara dalam jumlah banyak dan diikuti dengan pernapasan.

Menguap adalah tindakan refleks yang terjadi pada semua orang, biasanya dilakukan untuk menghirup udara dalam jumlah banyak dan diikuti dengan pernapasan.

Tindakan refleks ini seringkali dikaitkan dengan adanya kelelahan, stres, terlalu banyak kerjaan, kebosanan dan terkadang disertai mengantuk. Menguap juga bisa terjadi bila ada kelebihan karbondioksida atau kelangkaan oksigen dalam aliran darah.

Tahukah Anda bahwa menguap ini bisa menular kepada orang lain dan kepada binatang?... Tanpa disadari seringkali saat melihat orang lain menguap saat itu juga secara refleks akan ikut-ikutan menguap. kenapa begitu.. karena menguap ternyata bisa menular. Apa benar bisa menular... mari kita lihat hasil dari penelitian berikut.

Studi terbaru menunjukkan menguap bukan saja sebagai tanda seseorang ingin tidur. Tapi tujuan menguap untuk mendinginkan otak sehingga dapat beroperasi lebih efisien dan membuat seseorang tetap terjaga. 

Kenapa ketika seseorang menguap yang melihatnya juga ikut menguap?

Seorang peneliti Dr Gordon Gallup, yang dikutip dari BBCNews: "Kami berpikir penyebab menguap itu menular karena dipicu oleh mekanisme empatik yang berfungsi untuk menjaga kewaspadaan kelompok. Karenanya menguap adalah tanda empati,"

Penyebab lain menularnya menguap karena aktifnya sistem saraf cermin (mirror neurons system) yaitu neuron yang terletak di bagian depan setiap belahan otak vertebrata tertentu. Ketika menerima stimulus (rangsangan) dari spesies yang sama, maka spesies tersebut juga akan mengaktifkan daerah yang sama di otak. Hal inilah yang menyebabkan seseorang akan menguap jika melihat orang lain menguap.

Sistem saraf cermin ini bertindak sebagai penggerak untuk meniru dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran manusia. Karenanya menguap sering dianggap sebagai cabang dari impuls (gerakan) tiruan yang sama. Jika pusat dari sistem neuron cermin tidak aktif saat melihat seseorang menguap, maka hal ini tidak akan memiliki hubungan dengan keinginan merespons untuk menguap. Semakin kuat seseorang ingin menguap, maka semakin kuat aktivasi dari bagian otak periamygdalar kiri. Hasil temuan ini merupakan tanda neurofisiologis pertama yang mengungkapkan bahwa menguap bisa menular.
"Menguap tidak hanya bisa dipicu setelah melihat orang lain menguap, tetapi juga mendengarkan, membaca, atau bahkan berpikir tentang menguap," kata Platek, yang memimpin penelitian tersebut. Yang lebih menggelikan, sebuah studi lain di Universitas di London menunjukkan bahwa menguap dapat menular dari manusia ke anjing. Hasil studi tersebut telah dilakukan pada 29 anjing yang melakukan percobaan, saat itu seorang menguap di depan mereka, ternyata ada 21 anjing yang ikut menguap juga. Hal ini tidak terjadi ketika orang tersebut hanya membuka mulutnya, tidak menguap.

Tetapi ada dampak positifnya yaitu menguap berfungsi untuk mengembalikan suhu otak yang optimal yang memfasilitasi kewaspadaan mental dan gairah individu, dan penularannya yang mungkin telah berevolusi untuk memfasilitasi kewaspadaan kelompok. "Menguap lebih akurat mencerminkan mekanisme yang mempertahankan perhatian, dan karenanya harus dipandang sebagai pujian!".

Daerah periamygdalar adalah zona yang terletak di samping amigdala dan struktur bentuknya seperti kacang almond yang terletak jauh di dalam otak. Aktivasi beberapa bahan kimia yang ditemukan di otak, misalnya, serotonin, dopamin, glutamin, asam glutamat dan oksida nitrat, dapat pula meningkatkan frekuensi menguap. Sedangkan beberapa bahan kimia lain seperti endorfin justru bisa mengurangi frekuensi menguap.

Jika seseorang menguap, maka ada tahapan yang terjadi adalah: 
1. Dimulai dengan mulut terbuka
2. Rahang bergerak ke bawah
3. Memaksimumkan udara yang mungkin dapat diambil ke dalam paru-paru
4. Menghirup udara
5. Otot-otot perut berkontraksi
6. Diafragma didorong ke bawah paru-paru
7. Terakhir beberapa udara ditiupkan kembali.
Beberapa studi menunjukkan manfaat dari menguap yaitu dapat menstabilkan tekanan di kedua sisi gendang telinga atau mirip dengan peregangan, melenturkan otot dan sendi pada tubuh serta meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

Sementara itu, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cognitive Brain Research oleh Steven Platek, PhD, psikolog dari State University of New York di Albania, menyebutkan bahwa penularan menguap merupakan respons empatetik, sama halnya seperti tertawa. Artinya, menguap menjadi cara dalam menunjukkan empati kita terhadap perasaan orang lain.

Meskipun aktifitas menguap adalah aktifitas yang sangat umum, namun secara fisiologis dan psikologis menilai ini sebagai perilaku yang kurang dapat dipahami. Menguap adalah aktifitas yang ditandai dengan perilaku mulut yang menganga / membuka lebar, disertai dengan menarik napas dalam - dalam, yang berakhir dengan menutup mulut dengan cepat sambil mengeluarkan air mata. Perilaku tersebut berada di bawah kontrol kesadaran, sehingga tidak dapat dikendalikan. 

Mengeluarkan Air mata saat kita menguap, kenapa bisa begitu?

Ketika kita menguap, maka otot-otot yang berada di muka akan berubah dan menyebabkan kita ingin menutup mata. Keadaan ini menyebabkan air mata keluar karena otot-otot yang berada di muka menekan kelenjar air mata, dan  secara otomatis kelenjar air mata akan mengeluarkan cairan lebih banyak.

Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat kita menguap terjadi proses penutupan kelopak mata disertai lebih tekanan dan ada beberapa otot muka yang bergerak. Salah satunya yaitu otot – otot yang berada di sekitar mata. Gerakan otot ini menyebabkan tekanan pada kelenjar air mata serta menimbulkan gerakan seperti memeras kelopak mata. 

Air mata yang terkeluar ini pula berperanan untuk menyegarkan mata yang keletihan. Air mata yang keluar ketika menguap adalah hal normal. Air mati keluar dikarenakan kita menyipitkan mata kita dengan erat ketika menguap.Dimata terdapat Kelenjar lakrimal dan punctum. 

Kelenjar lakrimal adalah sebuah kelenjar sebesar biji kenari yang terletak di bagian sudut atas mata. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan cairan untuk menjaga mata basah setiap saat. Menyipitkan mata ketika menguap menyebabkan kelenjar ini teremas sehingga lebih banyak air mata yang dikeluarkan. 

Selain air mata yang keluar lebih banyak dari biasanya, lubang punctum pun ikut tertutup ketika mata menyipit. Punctum adalah sebuah lubang kecil di sudut mata bagian dalam. Lubang ini dapat berfungsi untuk menyerap air mata dari permukaan bola mata. Ketika kita menyipitkan mata kita, lubang ini tertutup sehingga air mata tidak bisa terserap. 

Akibat dari adanya tekanan dan gerakan ini, secara otomatis kelenjar air mata akan mengakibatkan kelenjar air mata lebih banyak berproduksi dan mensekresikan air mata yang dapat keluar setelah kita menguap., Selain  itu ketika menguap, otot-otot muka turut memberikan tekanan kepada kelenjar air liur sehingga menyebabkan air liur terkeluar ke dalam mulut (dan ada juga yang sampai terkeluar dari mulut).
 
 -------------------------------------------------------------------------------------------
 
Lanjutkan Membacanya pada Bagian Ke III
"Seputar Tentang Tidur"
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar