Menurut Anda Tidur itu apa?...
Memang
banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang
berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir
bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan
manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah
merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin
tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa
mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk
itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada
tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa
begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan
pembahasan tentang Tidur dibawah ini.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutan dari Bagian Ke I:
Yuukkk,
kita baca baik-baik Artikel ini...
Agar Anda paham dan mengerti tentang Apa itu Menguap?... Mengapa Anda bisa menguap?... Benarkah Menguap itu menular?... dan Mengapa saat Menguap bisa mengeluarkan air mata?...
Mengapa hal itu bisa terjadi?...
Agar Anda paham dan mengerti tentang Apa itu Menguap?... Mengapa Anda bisa menguap?... Benarkah Menguap itu menular?... dan Mengapa saat Menguap bisa mengeluarkan air mata?...
Mengapa hal itu bisa terjadi?...
Hooooaaaaaammmmm.........
Seputar Tentang Tidur
Menguap merupakan refleks pernafasan untuk menarik lebih banyak oksigen ke
dalam aliran darah. Menguap kadang dikaitkan dengan seseorang yang
lelah, tapi kelelahan tidak selalu menjadi penyebab menguap. Orang
menguap bisa karena berbagai alasan, termasuk stres, kebosanan, emosi ,
dan kelelahan.
Menguap adalah tindakan refleks yang terjadi pada semua orang, biasanya dilakukan untuk menghirup udara dalam jumlah banyak dan diikuti dengan pernapasan.
Menguap adalah tindakan refleks yang terjadi pada semua orang,
biasanya dilakukan untuk menghirup udara dalam jumlah banyak dan diikuti dengan
pernapasan.
Tindakan
refleks ini seringkali dikaitkan dengan adanya kelelahan, stres, terlalu banyak
kerjaan, kebosanan dan terkadang disertai mengantuk. Menguap juga bisa terjadi bila ada kelebihan
karbondioksida atau kelangkaan oksigen dalam aliran darah.
Tahukah Anda bahwa menguap ini bisa menular kepada orang lain dan kepada binatang?... Tanpa
disadari seringkali saat melihat orang lain menguap saat itu juga secara refleks akan ikut-ikutan menguap. kenapa begitu.. karena menguap ternyata bisa menular. Apa benar bisa menular... mari kita lihat hasil dari penelitian berikut.
Studi terbaru menunjukkan menguap bukan saja sebagai tanda seseorang
ingin tidur. Tapi tujuan menguap untuk mendinginkan otak sehingga dapat
beroperasi lebih efisien dan membuat seseorang tetap terjaga.
Kenapa ketika seseorang menguap yang melihatnya juga ikut menguap?
Kenapa ketika seseorang menguap yang melihatnya juga ikut menguap?
Seorang peneliti Dr Gordon Gallup, yang dikutip dari BBCNews: "Kami berpikir penyebab menguap itu menular karena dipicu oleh mekanisme
empatik yang berfungsi untuk menjaga kewaspadaan kelompok. Karenanya
menguap adalah tanda empati,"
Penyebab
lain menularnya menguap karena aktifnya sistem saraf cermin (mirror neurons
system) yaitu neuron yang terletak di bagian depan setiap belahan otak
vertebrata tertentu. Ketika menerima stimulus (rangsangan) dari spesies yang sama, maka
spesies tersebut juga akan mengaktifkan daerah yang sama di otak. Hal
inilah yang menyebabkan seseorang akan menguap jika melihat orang lain
menguap.
Sistem saraf cermin ini bertindak sebagai penggerak untuk meniru dan
bertanggung jawab terhadap pembelajaran manusia. Karenanya menguap
sering dianggap sebagai cabang dari impuls (gerakan) tiruan yang sama. Jika
pusat dari sistem neuron cermin tidak aktif saat melihat seseorang
menguap, maka hal ini tidak akan memiliki hubungan dengan keinginan
merespons untuk menguap. Semakin kuat seseorang ingin menguap,
maka semakin kuat aktivasi dari bagian otak periamygdalar kiri. Hasil
temuan ini merupakan tanda neurofisiologis pertama yang mengungkapkan
bahwa menguap bisa menular.
"Menguap tidak hanya bisa dipicu setelah melihat orang lain menguap, tetapi juga mendengarkan, membaca, atau bahkan berpikir tentang menguap," kata Platek, yang memimpin penelitian tersebut. Yang lebih menggelikan, sebuah studi lain di Universitas di London menunjukkan bahwa menguap dapat menular dari manusia ke anjing. Hasil studi tersebut telah dilakukan pada 29 anjing yang melakukan percobaan, saat itu seorang menguap di depan mereka, ternyata ada 21 anjing yang ikut menguap juga. Hal ini tidak terjadi ketika orang tersebut hanya membuka mulutnya, tidak menguap.
Tetapi ada dampak positifnya yaitu menguap berfungsi untuk mengembalikan suhu otak yang optimal yang memfasilitasi kewaspadaan mental dan gairah individu, dan penularannya yang mungkin telah berevolusi untuk memfasilitasi kewaspadaan kelompok. "Menguap lebih akurat mencerminkan mekanisme yang mempertahankan perhatian, dan karenanya harus dipandang sebagai pujian!".
Daerah periamygdalar adalah zona yang terletak di samping amigdala dan struktur bentuknya seperti kacang almond yang terletak jauh di dalam otak. Aktivasi beberapa bahan kimia yang ditemukan di otak, misalnya, serotonin, dopamin, glutamin, asam glutamat dan oksida nitrat, dapat pula meningkatkan frekuensi menguap. Sedangkan beberapa bahan kimia lain seperti endorfin justru bisa mengurangi frekuensi menguap.
"Menguap tidak hanya bisa dipicu setelah melihat orang lain menguap, tetapi juga mendengarkan, membaca, atau bahkan berpikir tentang menguap," kata Platek, yang memimpin penelitian tersebut. Yang lebih menggelikan, sebuah studi lain di Universitas di London menunjukkan bahwa menguap dapat menular dari manusia ke anjing. Hasil studi tersebut telah dilakukan pada 29 anjing yang melakukan percobaan, saat itu seorang menguap di depan mereka, ternyata ada 21 anjing yang ikut menguap juga. Hal ini tidak terjadi ketika orang tersebut hanya membuka mulutnya, tidak menguap.
Tetapi ada dampak positifnya yaitu menguap berfungsi untuk mengembalikan suhu otak yang optimal yang memfasilitasi kewaspadaan mental dan gairah individu, dan penularannya yang mungkin telah berevolusi untuk memfasilitasi kewaspadaan kelompok. "Menguap lebih akurat mencerminkan mekanisme yang mempertahankan perhatian, dan karenanya harus dipandang sebagai pujian!".
Daerah periamygdalar adalah zona yang terletak di samping amigdala dan struktur bentuknya seperti kacang almond yang terletak jauh di dalam otak. Aktivasi beberapa bahan kimia yang ditemukan di otak, misalnya, serotonin, dopamin, glutamin, asam glutamat dan oksida nitrat, dapat pula meningkatkan frekuensi menguap. Sedangkan beberapa bahan kimia lain seperti endorfin justru bisa mengurangi frekuensi menguap.
Jika seseorang menguap, maka ada tahapan yang terjadi adalah:
1. Dimulai dengan mulut terbuka
2. Rahang bergerak ke bawah
3. Memaksimumkan udara yang mungkin dapat diambil ke dalam paru-paru
4. Menghirup udara
5. Otot-otot perut berkontraksi
6. Diafragma didorong ke bawah paru-paru
7. Terakhir beberapa udara ditiupkan kembali.
Beberapa studi menunjukkan manfaat dari menguap yaitu dapat
menstabilkan tekanan di kedua sisi gendang telinga atau mirip dengan
peregangan, melenturkan otot dan sendi pada tubuh serta meningkatkan
tekanan darah dan denyut jantung.
Sementara
itu, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cognitive Brain
Research oleh Steven Platek, PhD, psikolog dari State University of New
York di Albania, menyebutkan bahwa penularan menguap merupakan respons
empatetik, sama halnya seperti tertawa. Artinya, menguap menjadi cara
dalam menunjukkan empati kita terhadap perasaan orang lain.
Meskipun aktifitas menguap adalah aktifitas yang sangat umum, namun secara fisiologis dan psikologis menilai ini sebagai perilaku yang kurang dapat dipahami. Menguap adalah aktifitas yang ditandai dengan perilaku mulut yang menganga / membuka lebar, disertai dengan menarik napas dalam - dalam, yang berakhir dengan menutup mulut dengan cepat sambil mengeluarkan air mata. Perilaku tersebut berada di bawah kontrol kesadaran, sehingga tidak dapat dikendalikan.
Mengeluarkan Air mata saat kita menguap, kenapa bisa begitu?
Ketika kita menguap, maka otot-otot yang berada di muka akan berubah dan menyebabkan kita ingin menutup mata. Keadaan ini menyebabkan air mata keluar karena otot-otot yang berada di muka menekan kelenjar air mata, dan secara otomatis kelenjar air mata akan mengeluarkan cairan lebih banyak.
Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat kita menguap terjadi proses penutupan kelopak mata disertai lebih tekanan dan ada beberapa otot muka yang bergerak. Salah satunya yaitu otot – otot yang berada di sekitar mata. Gerakan otot ini menyebabkan tekanan pada kelenjar air mata serta menimbulkan gerakan seperti memeras kelopak mata.
Air mata yang terkeluar ini pula berperanan untuk menyegarkan mata yang keletihan. Air mata yang keluar ketika menguap adalah hal normal. Air mati keluar dikarenakan kita menyipitkan mata kita dengan erat ketika menguap.Dimata terdapat Kelenjar lakrimal dan punctum.
Kelenjar lakrimal adalah sebuah kelenjar sebesar biji kenari yang terletak di bagian sudut atas mata. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan cairan untuk menjaga mata basah setiap saat. Menyipitkan mata ketika menguap menyebabkan kelenjar ini teremas sehingga lebih banyak air mata yang dikeluarkan.
Selain air mata yang keluar lebih banyak dari biasanya, lubang punctum pun ikut tertutup ketika mata menyipit. Punctum adalah sebuah lubang kecil di sudut mata bagian dalam. Lubang ini dapat berfungsi untuk menyerap air mata dari permukaan bola mata. Ketika kita menyipitkan mata kita, lubang ini tertutup sehingga air mata tidak bisa terserap.
Akibat dari adanya tekanan dan gerakan ini, secara otomatis kelenjar air mata akan mengakibatkan kelenjar air mata lebih banyak berproduksi dan mensekresikan air mata yang dapat keluar setelah kita menguap., Selain itu ketika menguap, otot-otot muka turut memberikan tekanan kepada kelenjar air liur sehingga menyebabkan air liur terkeluar ke dalam mulut (dan ada juga yang sampai terkeluar dari mulut).
-------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutkan Membacanya pada Bagian Ke III
"Seputar Tentang Tidur"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar