Minggu, 15 Februari 2015

Bagian Ke III: Tanyakan Padanya, Mengapa Anda Masih Saja Merokok?



ROKOK ???.... iya, itu nama panggilannya, Siapa sebenarnya rokok ini?... Apakah anda mengenalinya?... Seperti apa bentuknya?... Darimana dia diciptakan?... Dariapa dia diciptakan?... Apa Keuntungannya?... dan Apa Kerugiannya?...

--------------------------------------------------------------------------------------

Lanjutan dari Bagian ke II:


Khusus Anda yang belum tau samasekali, yang sudah cukup tau, dan yang sudah sangat tau tentang ROKOK, mari sama-sama kita sempatkan waktu Anda untuk terus banyak membaca berbagai artikel-artikel yang membahas tentang rokok, agar Anda mendapatkan pengetahuan yang luas dan paham mengenai bahayanya dunia rokok, sehingga terbentuklah sikap dan perilaku pada diri Anda, setidaknya merubah pemikiran Anda kehal yang positif untuk  berusaha mengurangi merokok dan berusaha segera mengakhiri hubungan Anda terhadap rokok.

------------------------------------------------------------------------------------------

Perlu Anda ketahui, Apa saja tentang ROKOK? 
berikut ulasannya:

Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari seconhandsmoke yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok atau bisa disebut juga dengan perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya yakni tembakau. Di Indonesia tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa dan tambakau tanpa asap (tembakau kunyah).

Sebetulnya apa saja yang terkandung dalam asap sebatang rokok yang dihisap? Tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok.

Komponen gas asap rokok adalah karbonmonoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker (karsinogen). 

Sebetulnya apa sih zat-zat tersebut dan bagaimana mereka membahayakan tubuh ?
(1) Nikotin. Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan.

(2) Timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkung rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayakangkan bila seorang perkok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh. 

(3) Gas karbonmonoksida (CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernasapan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Sementara dalam darah perokok mencapai 4-15 persen. 

(4) Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengedapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg.

Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam rokok:
  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.
Meskipun demikian, hanya tar dan nikotin saja yang dicantumkan dalam bungkus rokok.


Nikotin pada rokok menyebabkan kecanduan
Karena rokok mengandung nikotin, yang merupakan zat yang sangat adiktif atau bisa menyebabkan ketergantungan.
 
Nikotin mempengaruhi keseimbangan kimia pada otak, khususnya dopamine dan norepinephrine, cairan kimia otak yang mengendalikan rasa bahagia dan rileks. Ketika efek nikotin mulai bekerja, maka level mood dan konsentrasi pun akan berubah. Para perokok merasakan bahwa efek tersebut terasa nikmat dan menyenangkan.
Perubahan tersebut terjadi sangat cepat. Ketika seseorang menghisap rokok, nikotin akan langsung menuju ke otak dimana efeknya akan bekerja. Itulah mengapa perokok sangat menikmati efek dari nikotin dan menjadi ketergantungan terhadap efek tersebut.
Di saat bersamaan, ketika terjadi ketidakseimbangan kimia di otak akibat jumlah dopamin dan norepinephrine yang berlebiham, otak mencoba untuk menyeimbangkannya. Sistem pertahanan otomatis ini akan mengeluarkan semacam kimiawi “anti-nikotin”. Cairan kimia “anti-nikotin” ini membuat seseorang merasa depresi, mood menurun, dan tidak tenang ketika tidak merokok. Keadaan ini menyebabkan seseorang ingin menhisap rokok untuk kembali meningkatkan mood dan menjadi rileks kembali.
Nikotin menciptakan bentuk ketagihan yang kompleks, membuat seseorang ingin terus merokok, bahkan jika orang tersebut telah memilih untuk berhenti merokok. Tingkat ketergantungan terhadap rokok dan nikotin bisa sangat kuat. Beberapa penelitian bahkan menyatakan bahwa nikotin bisa lebih adiktif daripada beberapa jenis obat-obatan terlarang.


Merokok Sambil Ngopi itu lebih "Berbahaya"
Apakah Anda pernah melihat orang yang sedang merokok sambil minum kopi? atau mungkin Anda pernah melakukannya sendiri dengan merokok sambil menyeduk segelas kopi?
Banyak sudah perilaku ini terlihat dilingkungan sekitar kita, bahkan dirumah pun sebagian besar salah satu diantaranya ada yang merokok, sehingga tidak dipungkiri bahwa keluarga yang suka menyuguhkan hari-harinya dengan minum kopi, tidak pula merokok. dan yang merokok pun pasti pernah menyuguhkan hari-harinya dengan minum kopi. Banyak yang menganggap rokok dan kopi hitam sebagai simbol kejantanan, sehingga laki-laki akan merasa makin gagah kalau sedang menikmati keduanya.

Bagi sebagian orang, merokok sambil minum kopi adalah kenikmatan yang tidak ada bandingnya. Namun menurut dokter jantung, kenikmatan yang didapat dari kombinasi kopi dan rokok sebanding dengan risikonya yakni mempercepat kerusakan jantung.
 
Karena efeknya sama, maka kafein dalam kopi serta nikotin dalam rokok bekerja saling menguatkan. Ketika jantung bekerja terlalu cepat akibat efek kedua senyawa tersebut, maka beban yang ditanggungnya akan meningkat sehingga lama-kelamaan akan cepat rusak.

Menurut penelitian pada tahun 2007, pernah mengungkap bahwa kopi memang bisa mempengaruhi kebiasaan merokok. Seseorang yang sedang ingin berhenti merokok sering gagal gara-gara masih minum kopi, yang dalam ingatannya terlanjur lekat dengan aktivitas merokok.


Kebiasaan Anda yang berbahaya - 30 menit setelah bangun tidur 
di pagi hari dengan menghisap sebatang rokok
Merokok memang mengakibatkan gangguan kesehatan. 
Tetapi tahukah Anda, jika merokok di pagi hari 
dua kali lebih berbahaya merusak kesehatan?

Bila anda seorang perokok aktif yang menginginkan agar anda dapatkan umur panjang maka hindari pemakain rokok berlanjutan, dan jangan membiasakan merokok di saat pagi hari, terutama setelah bangun tidur. Hal ini di tekankan karena sudah ada suatu penelitian terbaru dari State College of Medicine, Amerika melakukan sebuah penelitian dengan menggunakan 7000 perokok. Dari penelitian tersebut ditemukan apabila seseorang yang memiliki kebiasaan menghisap sebatang atau merokok di pagi hari, yaitu 30 menit setelah bangun tidur di pagi hari bisa menyebabkan risiko terkena penyakit kanker paru-paru dua kali lebih besar.
Merokok di pagi hari menyebabkan tingkat nikotin yang tinggi serta racun lain yang terkandung di tembakau terhadap tubuhnya. Kebiasaan ini juga menyebabkan lebih kecanduan jika dibandingkan perokok yang di pagi hari tidak merokok dalam waktu setengah jam atau mungkin lebih saat bangun tidur,” menurut Joshua Muscat, salah satu peneliti tersebut
Bahkan hasil penelitian lainnya, yang melibatkan 1.850 perokok, ternyata 1055 dari mereka mengalami kanker kepala dan leher. Ini merupakan hasil dari penelitian tersebut yang menyimpulkan bahwa mereka yang merokok di pagi hari 30 menit sesaat setelah bangun tidur berisiko 59% membuat jenis penyakit kanker yang lebih berbahaya jika dibandingkan dengan perokok yang menunggu satu jam.
Hasil penelitian ini dapat membantu dalam mengidentifikasi perokok yang memiliki risiko sangat tinggi terhadap penyakit kanker paru-paru, otak, dan leher juga mendapat manfaat dari rencana program penghentian merokok yang ditetapkan. Namun demikian, risiko menderita penyakit kanker tetap akan mengalami peningkatan jika Anda masih tidak mengubah kebiasaan merokok di pagi hari dan terus merokok tanpa mengenal waktu dan tidak mempedulikan kondisi kesehatan.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutkan Membacanya pada Bagian Ke IV
"Tanyakan Padanya, Mengapa Anda Masih Saja Merokok?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar