Menurut Anda Tidur itu apa?...
Memang
banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang
berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir
bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan
manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah
merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin
tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa
mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk
itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada
tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa
begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan
pembahasan tentang Tidur dibawah ini.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutan dari Bagian Ke II:
Yuukkk,
kita baca baik-baik Artikel ini... agar Anda paham dan mengerti tentang
Apa itu mengantuk?... Mengapa Anda bisa mengantuk?... dan Mengapa menguap tidak selalu mengantuk?...
Hooooaaaaaammmmm.........
Seputar Tentang Tidur
Mengantuk merupakan proses mempersiapkan diri untuk tidur (bedtime). Ini berhubungan dengan circadian ritme seseorang dimana ia telah mengeset jam biologis tertentu (seperti lapar, haus, mengantuk, tidur, bangun, olahraga, dan sebagainya). Proses mengantuk sendiri merupakan hasil dari peninggian hormon melatonin yang disekresikan oleh kelenjak pineal di otak, sebagian disekresikan di lambung dan usus. Melatonin ini meninggi saat mata menangkap kegelapan, dan menurun saat mata menangkap cahaya. Jadi, berdasarkan teori ini, manusia memang memiliki jam tidur pada malam hari dan jam kerja pada siang hari. Gangguan pada hormon ini akan menyebabkan insomnia (sulit tidur pada malam hari).
Menguap
terjadi pada saat tubuh kekurangan oksigen. Dengan menguap, kita
menghirup oksigen sebanyak-banyaknya melalui mulut agar dapat memenuhi
kekurangan oksigen di dalam tubuh. Anda bisa membuktikannya sendiri,
bahwa saat menguap, kita akan mengambil nafas dalam-dalam, bukan
membuang nafas.
Rasa
kantuk memang selalu diidentikkan dengan menguap (yawning). Tapi,
tidak demikian sebaliknya. Menguap tidak dapat selalu diartikan
mengantuk. Mekanisme terjadinya hal ini sebenarnya berbeda.
Hal-hal yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen antara lain :
1. Kelaparan
1. Kelaparan
Dalam keadaan kurangnya asupan glukosa, maka metabolisme otak
akan menurun. Otak merupakan organ yang paling rakus terhadap konsumsi
glukosa dan oksigen. Menurunnya asupan glukosa, maka secara tidak
langsung menurunkan konsumsi oksigen oleh otak. Reaksi selanjutnya,
selain menerbitkan rasa lapar ke daerah lambung, adalah menguap.
2. Keletihan
2. Keletihan
Penggunaan energi untuk bekerja otomatis membutuhkan oksigen
sebagai bahan bakarnya (oksidasi). Selain membutuhkan oksigen yang
banyak, hasil oksidasi juga memunculkan oksidan yang harus dibuang. Jika
menumpuk, maka ia akan mengganggu sirkulasi darah. Menguap membantu
mencukupi kebutuhan oksigen yang kurang tersebut.
3. Belajar
3. Belajar
Hal yang memeras pikiran. Para pelajar, mahasiswa,
analis, dokter, dan sebagainya, yang sehari-harinya mengandalkan
otaknya, bukan otot, untuk bekerja, maka akan lebih sering menguap.
Biasanya, proses ini diikuti dengan rasa lapar. Metabolisme otak yang
tinggi membutuhkan asupan glukosa dan oksigen lebih banyak lagi.
4. Stress
4. Stress
Ataupun beban psikologis lain. Saat stress ataupun terbeban
sesuatu, reaksi pertama pada manusia adalah mempercepat denyut
jantungnya, mempercepat nafasnya. Bagi mereka yang terbiasa dengan
kondisi ini, misalnya pada dokter UGD, pemadam kebakaran, tentara,
reaksi ini tidak menimbulkan dampak apapun. Tapi, pada mereka yang tidak
terbiasa, mekanisme alert ini akan membuatnya cepat letih, yang pada
gilirannya nanti dia akan menguap.
5. Tekanan udara yang tinggi
5. Tekanan udara yang tinggi
Pada daerah yang sangat tinggi, tekanan udara
yang tinggi akan menyebabkan paru-paru sulit mengambil udara. Jika
tidak ada latihan sebelumnya, maka hal ini akan sangat berbahaya,
misalnya di atas pesawat, jet, dan sebagainya.
6. Udara dingin
6. Udara dingin
Pada suhu udara yang lebih rendah, tubuh akan
mempertahankan suhu rata-rata tubuh (36,5-37,1 derajat Celcius) dengan
cara membakar lemak. Hal ini berguna agar tubuh tidak jatuh ke keadaan
kedinginan. Jika gagal, dibantu dengan jaket, selimut, ataupun baju
tebal lainnya. Proses peningkatan metabolisme lemak ini membutuhkan
oksigen lebih banyak dan tambahan asupan makanan. Tidak heran jika di
daerah yang dingin, kita akan lebih cepat lapar, menguap, dan mengantuk.
7. Ruangan yang sempit, ventilasi yang kurang baik, dan ber-AC
7. Ruangan yang sempit, ventilasi yang kurang baik, dan ber-AC
Dalam
ruangan ber-AC, kita cenderung menutup semua lubang ventilasi agar udara
dinginnya tidak sia-sia dan bisa kita nikmati. Padahal cara ini justru
mengurangi sirkulasi udara, menurunkan oksigen, dan meningkatkan
kandungan carbondioksida. Pastikan ruangan tersebut memiliki
exhaust-fan. Jika tidak, bukalah jendela Anda.
Penyakit-penyakit yang dihubungkan dengan mengantuk :
Penyakit-penyakit yang dihubungkan dengan mengantuk :
- Kurang darah (anemia)
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
- Diabetes
- Hiperkolesterol
- Gangguan gizi
- Chronic Hepatitis
- Gangguan paru
- Gangguan-gangguan metabolik lainnya
Jadi, menguap memang tidak selalu berarti mengantuk. Untuk memutuskan tidur atau tidak, seyogyanya kita tidak perlu menunggu menguap dulu. Saat mata terasa berat, tanpa menguap pun, sudah berarti hendak tidur.
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
- Diabetes
- Hiperkolesterol
- Gangguan gizi
- Chronic Hepatitis
- Gangguan paru
- Gangguan-gangguan metabolik lainnya
Jadi, menguap memang tidak selalu berarti mengantuk. Untuk memutuskan tidur atau tidak, seyogyanya kita tidak perlu menunggu menguap dulu. Saat mata terasa berat, tanpa menguap pun, sudah berarti hendak tidur.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutkan Membacanya pada Bagian Ke IV
"Seputar Tentang Tidur"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar