Menurut Anda Tidur itu apa?...
Memang
banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang
berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir
bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan
manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah
merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin
tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa
mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk
itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada
tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa
begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan
pembahasan tentang Tidur dibawah ini.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutan dari Bagian Ke VI:
Seputar Tentang Tidur
berikut
ulasannya:
" MENDENGKUR atau MENGOROK"
Mendengkur adalah suara yang ditimbulkan saat tidur karena adanya getaran jaringan pada saluran udara bagian atas. Mendengkur biasa terjadi pada >3% anak-anak dan 32% dewasa. Seiring
bertambahnya usia, timbulnya dengkuran saat tidur akan makin meningkat
hingga hampir 50% manusia di atas 60 tahun mengalami hal tersebut.
Umumnya, dengkuran lebih banyak terjadi pada saat menghirup napas
(inspirasi).
Mendengkur adalah suara yang keluar ketika terjadi gangguan di dalam
saluran aliran udara yang melewati mulut bagian belakang dan hidung.
Ketika seseorang terlelap dalam tidur, maka otot dalam saluran aliran
udara menyempit. Lidah ke belakang menuju saluran aliran udara dan
bergetar berlawanan dengan lemahnya langit-langit mulut yang lunak dan
anak lidah seperti halnya melemahnya otot- otot dan tenggorokan yang
lain ketika ia menarik dan menghembuskan nafas. Semakin ia terlelap dan
otot-ototnya semakin rileks, ia harus bekerja lebih keras untuk
menghirup udara melalui tarikan udara yang melewati bagian dalam pada
setiap nafas dan terjadilah kondisi mendengkur.
Ngorok alias mendengkur merupakan gangguan yang sudah umum terjadi. Hal
ini biasanya sangat mengganggu, terlebih pada orang yang sudah memiliki
pasangan. Mendengkur sudah sangat umum terjadi di masyarakat, yang
mempengaruhi 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan. Mendengkur
biasanya mengeluarkan suara serak, mendesis, mendengus saat bernapas
selama tidur.
Orang usia lanjut paling rentan mendengkur. Sekitar sepertiga dari orang usia 55 - 84 tahun mengalami gangguan ngorok. Gangguan mendengkur atau ngorok ini dialami sekitar 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan.
Peneliti mengungkapkan bahwa pria yang berhenti mendengkur punya manfaat bagus yakni bisa membantu kehidupan seksualnya karena meningkatkan kekuatan ereksi.
Mendengkur adalah suara yang keluar ketika terjadi gangguan di dalam
saluran aliran udara yang melewati mulut bagian belakang dan hidung.
Ketika seseorang terlelap dalam tidur, maka otot dalam saluran aliran
udara menyempit. Lidah ke belakang menuju saluran aliran udara dan
bergetar berlawanan dengan lemahnya langit-langit mulut yang lunak dan
anak lidah seperti halnya melemahnya otot- otot dan tenggorokan yang
lain ketika ia menarik dan menghembuskan nafas. Semakin ia terlelap dan
otot-ototnya semakin rileks, ia harus bekerja lebih keras untuk
menghirup udara melalui tarikan udara yang melewati bagian dalam pada
setiap nafas dan terjadilah kondisi mendengkur.Orang usia lanjut paling rentan mendengkur. Sekitar sepertiga dari orang usia 55 - 84 tahun mengalami gangguan ngorok. Gangguan mendengkur atau ngorok ini dialami sekitar 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan.
Di bawah ini beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tidur anda mendengkur:
1. Tidur terlentang
1. Tidur terlentang
Beberapa orang mendengkur hanya ketika
mereka tidur telentang, dan gaya berat mungkin dijadikan kambing hitam
sebagai penyebabnya. Begitu yang bersangkutan memiringkan tubuh,
otot-otot dan jaringan tenggorokannya yang telah rileks langsung naik ke
atas menuju saluran aliran udaranya. Khususnya, lidahnya ke belakang
dan menggetar melawan anak lidah yang terkulai dan langit-langit mulut
lemah
2. Gangguan hidung
Pada saat kondisi seseorang demam, polip
atau flu, kemungkinan seseorang mendengkur menjadi lebih besar. Ketika
mulut seseorang terrurup dan hidungnya tersumbat ia akan menarik nafas
dengan penuh kekuat-an agar dapat bernafas. Ini meningkatkan tekanan
yang negatif dalam saluran aliran udara yang dapat dilihat yang menarik
bersama-sama semua sehingga jaringan terkulai-ke belakang tenggorokan.
3. Gangguan tenggorokan
Amandel yang membesar dan adenoid akan
memperbesar jaringan dalam tenggorokan seseorang dan dapat menyebabkan
mendengkur. Jika bagian yang lembut dari langit-langit mulut terlalu
panjang, ini dapat mempersempit terbukanya hidung menuju tenggorokan dan
berkibar-kibar di dalam udara ketika seseorang bernafas sehingga
menimbulkan suara.
4. Usia yang bertambah
Hal ini terkait dengan penurunan
kelenturan otot-otot dan jaringan dalam saluran aliran udara bagian atas
yang menyebabkan mendengkur. Pada wanita menopause yang kehilangan
hormone progesterone akan menyebabkan terjadinya penurunan kelenturan
otot dan pada akhirnya akan menyebabkan kondisi mendengkur.
5. Berat badan yang bertambah
Seiring dengan berat badan yang bertambah maka timbunan lemak akan semakin meningkat, tidak terkecuali bagian leher.
6. Menggunakan obat penenang, merokok dan kelelahan
Obat-obat tersebut akan akan menekan system saraf pusat sehingga otot-otot menjadi lebih kendor dan menyebabkan mendengkur.
7. Bahaya Mendengkur Bagi Kesehatan
Mendengkur
tidak boleh diremehkan. Gangguan tidur yang dalam istilah kedokteran
disebut sleep apnoea itu terjadi akibat penyempitan saluran pernafasan.
Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian.
Minimnya
suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak,
bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa, mendengkur dalam
jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti
hipertensi, stroke, dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat
merusak lapisan sel dalam pembuluh darah.
Beberapa Cara Menghentikan Ngorok:
Karena banyak sekali efek buruk mendengkur, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain, orang berusaha untuk menghentikan kebiasaan atau gangguan mendengkur ini dari mulai cara sederhana mengubah kebiasaan tidur sampai berobat ke dokter.
Berikut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan mendengkur ini yaitu:
1. Tidur menyamping
Beberapa Cara Menghentikan Ngorok:
Karena banyak sekali efek buruk mendengkur, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain, orang berusaha untuk menghentikan kebiasaan atau gangguan mendengkur ini dari mulai cara sederhana mengubah kebiasaan tidur sampai berobat ke dokter.
Berikut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan mendengkur ini yaitu:
1. Tidur menyamping
Orang akan cenderung mendengkur ketika
tidur telentang (kepala menghadap atas), sedangkan tidur tengkurap
(kepala menghadap bawah) akan membuat leher dan napas tersiksa selama
tidur. Cobalah untuk tidur menyamping untuk menghetikan ngorok.
2. Kurangi berat badan
Kelebihan berat badan terutama di bagian
leher, akan memberikan tekanan pada sistem pernapasan, yang menyebabkan
pengurangan parsial dan ngorok saat tidur. Jaringan leher orang yang
kelebihan berat badan biasanya tebal. Ini yang memungkinkan munculnya
risiko mendengkur. Menurunkan berat sekitar 10% dapat membantu anda
menghentikan kebiasaan yang sangat mengganggu itu.
3. Hindari alkohol dan obat tidur
Alkohol dan obat tidur dapat menekan
sistem saraf pusat dan relaksasi otot-otot leher dan rahang, yang
membuat orang lebih mungkin mendengkur. Kedua zat ini juga dikenal
menyebabkan gangguan tidur sleep apnea, yaitu kondisi berbahaya yang
dikaitkan dengan penyakit jantung.
4. Segera obati alergi
Alergi pernapasan kronis dapat
menyebabkan mendengkur dengan memaksa penderita untuk bernapas melalui
mulut selama tidur. Mengambil antihistamin sebelum tidur dapat membantu.
5. Menggunakan penyegar mulut
Dokter atau dokter gigi mungkin akan
meresepkan penyegar mulut anti-snoring yang dapat membersihkan mulut
sekaligus menjaga otot rahang bawah menjadi lebih longgar.
6. Hirup uap air sebelum tidur
Hidung tersumbat dapat menyebabkan
mendengkur. Salah satu cara mengatasinya adalah menghirup dalam-dalam
uap air melalui hidung sebelum tidur. Anda juga bisa meletakkan handuk
yang telah dicelupkan dalam air hangat dan menghirup uapnya untuk
menghilangkan lendir penyebab hidung tersumbat.
7. Berhenti merokok
Merokok dapat membahayakan sistem pernapasan yang akhirnya dapat membuat orang mendengkur.
8. Tidur teratur
Tidur cukup serta tidur dan bangun secara teratur dapat menghentikan kebiasaan ngorok.
9. Meninggikan kepala
Tidur dengan kepala ditinggikan mungkin
akan melepaskan beberapa tekanan pada sistem pernapasan, sehingga
bernapas terasa lebih mudah. Angkat kepala tempat tidur dengan
menempatkan balok kayu di bawah tempat tidur atau menopang tubuh bagian
atas dengan bantal (bukan hanya kepala, karena itu justru bisa
menghambat pernapasan).
10. Konsultasi ke dokter bila Anda sedang hamil dan mendengkur
Terkadang, beberapa wanita hamil
mendengkur. Mendengkur dapat terjadi karena berat badan meningkat dan
perubahan hormon kehamilan menyebabkan otot-otot rileks. Apa pun
penyebabnya, mendengkur selama kehamilan dapat mengurangi jatah oksigen
untuk bayi. Segera konsultasi ke dokter bila mengalami hal ini.
Berjemur Bisa Kurangi Ngorok Saat Tidur:
Banyak manfaat yang bisa didapat dari
hobi berjemur di bawah sinar matahari pagi. Sinar matahari dibutuhkan
dalam proses pembentukan vitamin D, yang tak hanya baik untuk kulit dan
tulang tapi juga bisa mengurangi dengkuran saat tidur.
Para
peneliti dari University Hospital di Clermont-Ferrand, Prancis meyakini
otot manusia juga butuh vitamin D untuk dapat bekerja dengan optimal.
Tak terkecuali otot-otot pernapasan, yang melemah pada orang-orang
dengan gangguan tidur suka mendengkur.
Melemahnya otot-otot
pernapasan membuat rongga udara menyempit sehingga bergetar ketika
dilalui udara. Getaran itu menimbulkan bunyi dengkuran, yang tak hanya
mengganggu pasangan tidur tetapi juga berbahaya karena bisa memicu henti
napas hingga 400 kali dalam semalam.
Berhenti Mendengkur Bisa Meningkatkan Kekuatan Ereksi:
Gangguan mendengkur atau ngorok dialami sekitar 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan. Kebiasaan ngorok ini sebenarnya bisa dihentikan dan pria yang bisa melakukannya akan mendapaat kesehatan seks yang bagus.
Berhenti Mendengkur Bisa Meningkatkan Kekuatan Ereksi:
Gangguan mendengkur atau ngorok dialami sekitar 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan. Kebiasaan ngorok ini sebenarnya bisa dihentikan dan pria yang bisa melakukannya akan mendapaat kesehatan seks yang bagus.
Orang
yang mendengkur biasanya akan mengeluarkan suara serak, mendesis dan
mendengus saat bernapas selama tidur. Gangguan tidur ini dilaporkan
banyak merusak kehidupan seksual pria serta kesulitan melakukan
foreplay.
Peneliti mengungkapkan bahwa pria yang berhenti mendengkur punya manfaat bagus yakni bisa membantu kehidupan seksualnya karena meningkatkan kekuatan ereksi.
"Semua jaringan di tubuh
butuh oksigen agar bisa menjadi sehat dan jaringan penis termasuk salah
satu yang sangat sensitif. Ketika seseorang mendengkur maka kondisi ini
akan merampas oksigen yang dibutuhkan oleh penis," ujar Dr J. Stephen
Jones, MD, FACS seorang urologis dari Cleveland Clinic, seperti dikutip
dari Menshealth.
Kurangnya asupan oksigen yang diterima akan membuat tubuh menjadi tidak sehat yang salah satunya mempengaruhi kemampuan ereksi seseorang. Karena itu jika seseorang bisa menghentikan gangguan tidur ini, maka ia akan mampu meningkatkan kemampuan ereksinya.
Mendengkur Dapat Membakar Kalori:
Meski banyak sekali menimbulkan efek buruk, ternyata mendengkur masih memiliki manfaat, yaitu bisa membakar kalori lebih banyak.
Kurangnya asupan oksigen yang diterima akan membuat tubuh menjadi tidak sehat yang salah satunya mempengaruhi kemampuan ereksi seseorang. Karena itu jika seseorang bisa menghentikan gangguan tidur ini, maka ia akan mampu meningkatkan kemampuan ereksinya.
Mendengkur Dapat Membakar Kalori:
Meski banyak sekali menimbulkan efek buruk, ternyata mendengkur masih memiliki manfaat, yaitu bisa membakar kalori lebih banyak.
Ilmuwan
menemukan bahwa orang yang sering mendengkur dalam tidurnya dapat
membakar kalori lebih banyak ketimbang orang yang jarang mendengkur. Hal
ini berdasarkan alasan bahwa mendengkur dan gangguan pernapasan dipicu
akibat peningkatan aktivitas dari sistem saraf. Sehingga, orang yang
sering mendengkur akan membakar kalori lebih banyak.
Ilmuwan dari
University of California mempelajari 212 orang yang sering mendengkur,
berbicara (ngigau) saat tidur, mengalami kesulitan bernapas dalam tidur
atau bahkan mengalami penghentian napas secara periodik. Kemudian,
ilmuwan menghitung berapa banyak kalori yang terbakar pada beberapa
tingkat masalah kesehatan yang berbeda.
Hasilnya, seperti
dilansir dari GeniusBeauty, orang yang selalu mendengkur (teratur) dapat
membakar sekitar 2000 kalori per hari, sedangkan orang yang hanya
mendengkur sewaktu-waktu (kadang-kadang) membakar 1626 kalori.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
" SLEEP APNEA "
Sleep Apnea atau Sleep Apnoea adalah gangguan tidur dengan kesulitan bernapas (apnea= "tanpa napas") berulang kali ketika sedang tidur. Ada dua jenis sleep apnea: Central dan Obstructive. Terdapat juga jenis
campuran. Orang yang menderita hal ini biasanya tidak sadar, walaupun
setelah bangun. Sleep apnea dikenali sebagai masalah oleh orang lain
yang mengamati, atau dapat dikenali dari akibatnya terhadap tubuh. Diagnosa sleep apnea dilakukan dengan polysomnography.
Apnea dapat juga diartikan sebagai berhentinya pernapasan untuk
sementara. Dyspnea yang dibarengi dengan apnea dapat menyebabkan
terjadinya awal sebuah kematian.
Sleep Apnea merupakan gangguan atau kelainan yang ditandai dengan
reduksi bahkan penghentian napas selama tidur. Kejadian ini umumnya
terjadi pada orang dewasa dan sangat jarang terjadi pada anak-anak.
Biasanya kondisi ini berhubungan dengan pengalaman penyakit seseorang.
Beberapa Kondisi Yang Dapat Mengakibatkan Sleep Apnea:
Sleep Apnea ini berdasarkan kejadiannya atau etiologinya dibagi atas tiga tipe:
1. Central Sleep Apnea (CSA), kejadiannya dimulai dari pusat kontrol pernapasan di otak.
Central sleep apnea (CSA) ini terjadi ketika otak tidak mengirimkan sinyal yang memadai ke otot-otot pernapasan, sehingga otot-otot pernapasan mengalami paralisis atau kelumpuhan. Ini biasanya terjadi pada bayi atau pada orang dewasa dengan penyakit jantung, penyakit serebrovaskular, atau penyakit herediter/kelainan bawaan, juga dapat disebabkan oleh keracunan obat.
2. Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau penyumbatan aliran pernapasan
Hambatan saluran pernapasan selama tidur, diperkirakan sekitar 4% dari pria dan 2% perempuan dari seluruh kasus Sleep Apnea ini. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa diatas 18 tahun, yang mengalami hambatan pernapasan selama tidur diperkirakan 1,5% dari semua angka kejadian per tahun. Hal ini dikarenakan populasi orang gemuk atau obesitas akan memperburuk serangan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah lebih 10% dari orang-orang yang mengalami serangan ini membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.
3. Gabungan dari penyebab diatas, yaitu ganguan di pusat persyarafan pernapasan di otak dan hambatan pernapasan atau obstruksi pernapasan
Gejala atau symptom Sleep Apnea Pasien dengan gangguan tidur ini memperlihatkan gejala klinis berupa ganguan berkonsentrasi, gangguan berpikir. Hal ini banyak menyebabkan kecelakaan di tempat kerja dan saat mengemudi. Dengan demikian, orang-orang dengan sleep apnea obstruktif memiliki tiga kali lipat risiko lebih besar kecelakaan mobil daripada populasi umum. Demikian pula kantuk di siang hari, kelelahan, sakit kepala, lekas marah, dan berkurangnya daya ingat dan perhatian adalah beberapa gejala umum lainnya yang berhubungan dengan sleep apnea ini.
Berikut adalah 8 resiko kesehatan yang berhubungan dengan sleep apnea:
Sleep Apnea ini berdasarkan kejadiannya atau etiologinya dibagi atas tiga tipe:
1. Central Sleep Apnea (CSA), kejadiannya dimulai dari pusat kontrol pernapasan di otak.
Central sleep apnea (CSA) ini terjadi ketika otak tidak mengirimkan sinyal yang memadai ke otot-otot pernapasan, sehingga otot-otot pernapasan mengalami paralisis atau kelumpuhan. Ini biasanya terjadi pada bayi atau pada orang dewasa dengan penyakit jantung, penyakit serebrovaskular, atau penyakit herediter/kelainan bawaan, juga dapat disebabkan oleh keracunan obat.
2. Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau penyumbatan aliran pernapasan
Hambatan saluran pernapasan selama tidur, diperkirakan sekitar 4% dari pria dan 2% perempuan dari seluruh kasus Sleep Apnea ini. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa diatas 18 tahun, yang mengalami hambatan pernapasan selama tidur diperkirakan 1,5% dari semua angka kejadian per tahun. Hal ini dikarenakan populasi orang gemuk atau obesitas akan memperburuk serangan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah lebih 10% dari orang-orang yang mengalami serangan ini membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.
3. Gabungan dari penyebab diatas, yaitu ganguan di pusat persyarafan pernapasan di otak dan hambatan pernapasan atau obstruksi pernapasan
Gejala atau symptom Sleep Apnea Pasien dengan gangguan tidur ini memperlihatkan gejala klinis berupa ganguan berkonsentrasi, gangguan berpikir. Hal ini banyak menyebabkan kecelakaan di tempat kerja dan saat mengemudi. Dengan demikian, orang-orang dengan sleep apnea obstruktif memiliki tiga kali lipat risiko lebih besar kecelakaan mobil daripada populasi umum. Demikian pula kantuk di siang hari, kelelahan, sakit kepala, lekas marah, dan berkurangnya daya ingat dan perhatian adalah beberapa gejala umum lainnya yang berhubungan dengan sleep apnea ini.
Berikut adalah 8 resiko kesehatan yang berhubungan dengan sleep apnea:
1. Tekanan darah tinggi
Berbagai penelitian telah membuktikan
bahwa sleep apnea adalah salah satu penyebab utama dari hipertensi.
Peningkatan tekanan darah berkaitan langsung dengan derajat keparahan
sleep apnea. Semakin parah derajat sleep apnea, semakin berat juga
peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah juga bisa dialami
oleh anak-anak yang menderita sleep apnea.
2. Penyakit jantung
Sleep apnea yang tidak dirawat
merupakan salah satu faktor resiko untuk menderita penyakit jantung.
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di Amerika pada tahun
2005. Sleep apnea meningkatkan resiko denyut jantung yang tidak
beraturan, penyakit jantung koroner, serangan jantung dan penyakit
jantung kongestif. Sebuah penelitian di tahun 2006 yang diungkapkan
dalam Journal of the American College of Cardiology menyebutkan
bahwa sleep apnea bahkan mempengaruhi bentuk jantung seseorang. Jantung
penderita sleep apnea membengkak dan menebal dindingnya di satu sisi,
serta berkurang kemampuan memompanya.
3. Stroke
Sleep apnea meningkatkan resiko
seseorang untuk terserang stroke (penyebab kematian nomor 3 di Amerika
tahun 2005.) Peningkatan kekentalan darah pada penderita sleep apnea
menjadi penyebab utama meningkatnya resiko stroke.
4. Kerusakan otak
Penelitian di jurnal Sleep tahun 2008
memberikan gambaran pencitraan otak yang membuktikan kerusakan permanen
pada otak penderita sleep apnea. Kerusakan terjadi pada bagian otak yang
mengontrol ingatan, emosi dan tekanan darah.
5. Depresi
Riset menunjukkan bahwa depresi sering
terjadi pada penderita sleep apnea. Bahkan sleep apnea ringan saja sudah
meningkatkan resiko terkena depresi. Peningkatan resiko depresi akan
naik seiring dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas.
6. Diabetes
Sleep apnea akan mengganggu metabolisme
hingga tubuh tidak mentoleransi glukosa dan juga resisten terhadap
insulin. Diabetes tipe 2, juga salah satu penyebab kematian utama,
terjadi ketika badan tidak dapat memanfaatkan insulin secara efektif.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa sleep apnea menjadi penyebab
terjadinya diabetes.
7. Obesitas
Obesitas, pada ras kaukasia (Eropa)
menjadi resiko utama sleep apnea. Tapi tidak demikian pada ras Asia yang
memiliki struktur rahang lebih sempit dan leher yang pendek.
Masalahnya, sleep apnea akan meningkatkan berat badan seseorang.
Gangguan metabolisme akibat proses tidur yang terpotong-potong
menyebabkan perubahan hormon-hormon yang mengontrol nafsu makan. Rasa
kantuk yang diakibatkan juga menyebabkan penderitanya jadi malas berolah
raga.
8. Mortalitas / Kematian
Dua penelitan di jurnal Sleep di
tahun 2008 menunjukkan bahwa penderita sleep apnea mempunyai resiko
kematian lebih tinggi dibanding yang tidak mendengkur. Resiko akan
meningkat bersamaan dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas.
Apalagi jika sleep apnea dibiarkan saja!
Sleep apnea dapat dirawat. Bahkan tingkat keberhasilannya amat tinggi. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan continuous positive airway pressure (CPAP) akan mengurangi resiko seseorang untuk menderita bahaya-bahaya yang telah disebutkan tadi.
-----------------------------------------------------------------------------------
Kesimpulan :
Jadi dapat disimpulkan bahwa tidur merupakan kebutuhan dasar yang sangatlah penting bagi semua orang. tidur perlu diperhatikan secara khusus agar manusia mendapatkan kepulihan stamina dalam tubuhnya kembali. Karena setiap individu mempunyai kebutuhan tidur yang berbeda, dengan pola tidur yang baik, benar, dan teratur akan memberikan efek yang baik terhadap kesehatan, yaitu efek fisiologis terhadap sistem syaraf yang di perkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara susunan saraf, serta berefek terhadap stuktur tubuh dengan memulihkan kesegaran dan fungsi organ tubuh manusia. oleh karna itu kita harus menjaga kecukupan kebutuhan tidur kita sesuai kebutuhan, dengan kondisi jiwa dan fisik yang sehat maka dapat melakukan berbagai kegiatan dengan baik.
Sumber Data:
- Wikipedia, Webkesehatan, Healthdetik, berbagaihal, artiunik, smanjabermanfaat.
- Wikipedia, Webkesehatan, Healthdetik, berbagaihal, artiunik, smanjabermanfaat.
- Doktersehat, Artikeltentangkesehatan, informasiteraktual dan Kompas, intipskesehatan.
- Verarokapinatih, Mausehat, Dokita, Sains, Olvista, Tempo, Smallcrab,
------ SEMOGA BERMANFAAT ------








