Sabtu, 28 Februari 2015

Bagian Ke VII: Seputar Tentang Tidur

Menurut Anda Tidur itu apa?... 
Memang banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan pembahasan tentang Tidur dibawah ini.  
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutan dari Bagian Ke VI:


Yuukkk, kita Lanjutkan membacanya... 
Agar Anda paham dan mengerti Apa Saja hal-hal yang dapat Mengganggu Tidur Anda?... dan Bagaimana cara mengatasinya?... 



Seputar Tentang Tidur
berikut ulasannya:



" MENDENGKUR atau MENGOROK"

Mendengkur adalah suara yang ditimbulkan saat tidur karena adanya getaran jaringan pada saluran udara bagian atas. Mendengkur biasa terjadi pada >3% anak-anak dan 32% dewasa. Seiring bertambahnya usia, timbulnya dengkuran saat tidur akan makin meningkat hingga hampir 50% manusia di atas 60 tahun mengalami hal tersebut. Umumnya, dengkuran lebih banyak terjadi pada saat menghirup napas (inspirasi).


Mendengkur adalah suara yang keluar ketika terjadi gangguan di dalam saluran aliran udara yang melewati mulut bagian belakang dan hidung. Ketika seseorang terlelap dalam tidur, maka otot dalam saluran aliran udara menyempit. Lidah ke belakang menuju saluran aliran udara dan bergetar berlawanan dengan lemahnya langit-langit mulut yang lunak dan anak lidah seperti halnya melemahnya otot- otot dan tenggorokan yang lain ketika ia menarik dan menghembuskan nafas. Semakin ia terlelap dan otot-ototnya semakin rileks, ia harus bekerja lebih keras untuk menghirup udara melalui tarikan udara yang melewati bagian dalam pada setiap nafas dan terjadilah kondisi mendengkur.


Ngorok alias mendengkur merupakan gangguan yang sudah umum terjadi. Hal ini biasanya sangat mengganggu, terlebih pada orang yang sudah memiliki pasangan. Mendengkur sudah sangat umum terjadi di masyarakat, yang mempengaruhi 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan. Mendengkur biasanya mengeluarkan suara serak, mendesis, mendengus saat bernapas selama tidur.

Orang usia lanjut paling rentan mendengkur. Sekitar sepertiga dari orang usia 55 - 84 tahun mengalami gangguan ngorok. Gangguan mendengkur atau ngorok ini dialami sekitar 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan.

Di bawah ini beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tidur anda mendengkur:
1. Tidur terlentang
Beberapa orang mendengkur hanya ketika mereka tidur telentang, dan gaya berat mungkin dijadikan kambing hitam sebagai penyebabnya. Begitu yang bersangkutan memiringkan tubuh, otot-otot dan jaringan tenggorokannya yang telah rileks langsung naik ke atas menuju saluran aliran udaranya. Khususnya, lidahnya ke belakang dan menggetar melawan anak lidah yang terkulai dan langit-langit mulut lemah

2. Gangguan hidung
Pada saat kondisi seseorang demam, polip atau flu, kemungkinan seseorang mendengkur menjadi lebih besar. Ketika mulut seseorang terrurup dan hidungnya tersumbat ia akan menarik nafas dengan penuh kekuat-an agar dapat bernafas. Ini meningkatkan tekanan yang negatif dalam saluran aliran udara yang dapat dilihat yang menarik bersama-sama semua sehingga jaringan terkulai-ke belakang tenggorokan.

3. Gangguan tenggorokan
Amandel yang membesar dan adenoid akan memperbesar jaringan dalam tenggorokan seseorang dan dapat menyebabkan mendengkur. Jika bagian yang lembut dari langit-langit mulut terlalu panjang, ini dapat mempersempit terbukanya hidung menuju tenggorokan dan berkibar-kibar di dalam udara ketika seseorang bernafas sehingga menimbulkan suara.

4. Usia yang bertambah
Hal ini terkait dengan penurunan kelenturan otot-otot dan jaringan dalam saluran aliran udara bagian atas yang menyebabkan mendengkur. Pada wanita menopause yang kehilangan hormone progesterone akan menyebabkan terjadinya penurunan kelenturan otot dan pada akhirnya akan menyebabkan kondisi mendengkur.

5. Berat badan yang bertambah
Seiring dengan berat badan yang bertambah maka timbunan lemak akan semakin meningkat, tidak terkecuali bagian leher.

6. Menggunakan obat penenang, merokok dan kelelahan
Obat-obat tersebut akan akan menekan system saraf pusat sehingga otot-otot menjadi lebih kendor dan menyebabkan mendengkur.

7. Bahaya Mendengkur Bagi Kesehatan
Mendengkur tidak boleh diremehkan. Gangguan tidur yang dalam istilah kedokteran disebut sleep apnoea itu terjadi akibat penyempitan saluran pernafasan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian.
Minimnya suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak, bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa, mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak lapisan sel dalam pembuluh darah.

Beberapa Cara Menghentikan Ngorok:
Karena banyak sekali efek buruk mendengkur, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain, orang berusaha untuk menghentikan kebiasaan atau gangguan mendengkur ini dari mulai cara sederhana mengubah kebiasaan tidur sampai berobat ke dokter.

Berikut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan mendengkur ini yaitu:
1. Tidur menyamping
Orang akan cenderung mendengkur ketika tidur telentang (kepala menghadap atas), sedangkan tidur tengkurap (kepala menghadap bawah) akan membuat leher dan napas tersiksa selama tidur. Cobalah untuk tidur menyamping untuk menghetikan ngorok.

2. Kurangi berat badan
Kelebihan berat badan terutama di bagian leher, akan memberikan tekanan pada sistem pernapasan, yang menyebabkan pengurangan parsial dan ngorok saat tidur. Jaringan leher orang yang kelebihan berat badan biasanya tebal. Ini yang memungkinkan munculnya risiko mendengkur. Menurunkan berat sekitar 10% dapat membantu anda menghentikan kebiasaan yang sangat mengganggu itu.

3. Hindari alkohol dan obat tidur
Alkohol dan obat tidur dapat menekan sistem saraf pusat dan relaksasi otot-otot leher dan rahang, yang membuat orang lebih mungkin mendengkur. Kedua zat ini juga dikenal menyebabkan gangguan tidur sleep apnea, yaitu kondisi berbahaya yang dikaitkan dengan penyakit jantung.

4. Segera obati alergi
Alergi pernapasan kronis dapat menyebabkan mendengkur dengan memaksa penderita untuk bernapas melalui mulut selama tidur. Mengambil antihistamin sebelum tidur dapat membantu.

5. Menggunakan penyegar mulut
Dokter atau dokter gigi mungkin akan meresepkan penyegar mulut anti-snoring yang dapat membersihkan mulut sekaligus menjaga otot rahang bawah menjadi lebih longgar.

6. Hirup uap air sebelum tidur
Hidung tersumbat dapat menyebabkan mendengkur. Salah satu cara mengatasinya adalah menghirup dalam-dalam uap air melalui hidung sebelum tidur. Anda juga bisa meletakkan handuk yang telah dicelupkan dalam air hangat dan menghirup uapnya untuk menghilangkan lendir penyebab hidung tersumbat.

7. Berhenti merokok
Merokok dapat membahayakan sistem pernapasan yang akhirnya dapat membuat orang mendengkur.

8. Tidur teratur
Tidur cukup serta tidur dan bangun secara teratur dapat menghentikan kebiasaan ngorok.

9. Meninggikan kepala
Tidur dengan kepala ditinggikan mungkin akan melepaskan beberapa tekanan pada sistem pernapasan, sehingga bernapas terasa lebih mudah. Angkat kepala tempat tidur dengan menempatkan balok kayu di bawah tempat tidur atau menopang tubuh bagian atas dengan bantal (bukan hanya kepala, karena itu justru bisa menghambat pernapasan).

10. Konsultasi ke dokter bila Anda sedang hamil dan mendengkur
Terkadang, beberapa wanita hamil mendengkur. Mendengkur dapat terjadi karena berat badan meningkat dan perubahan hormon kehamilan menyebabkan otot-otot rileks. Apa pun penyebabnya, mendengkur selama kehamilan dapat mengurangi jatah oksigen untuk bayi. Segera konsultasi ke dokter bila mengalami hal ini.

Berjemur Bisa Kurangi Ngorok Saat Tidur:
Banyak manfaat yang bisa didapat dari hobi berjemur di bawah sinar matahari pagi. Sinar matahari dibutuhkan dalam proses pembentukan vitamin D, yang tak hanya baik untuk kulit dan tulang tapi juga bisa mengurangi dengkuran saat tidur. 
Para peneliti dari University Hospital di Clermont-Ferrand, Prancis meyakini otot manusia juga butuh vitamin D untuk dapat bekerja dengan optimal. Tak terkecuali otot-otot pernapasan, yang melemah pada orang-orang dengan gangguan tidur suka mendengkur.
Melemahnya otot-otot pernapasan membuat rongga udara menyempit sehingga bergetar ketika dilalui udara. Getaran itu menimbulkan bunyi dengkuran, yang tak hanya mengganggu pasangan tidur tetapi juga berbahaya karena bisa memicu henti napas hingga 400 kali dalam semalam.

Berhenti Mendengkur Bisa Meningkatkan Kekuatan Ereksi
:
Gangguan mendengkur atau ngorok dialami sekitar 40 persen laki-laki dan 25 persen perempuan. Kebiasaan ngorok ini sebenarnya bisa dihentikan dan pria yang bisa melakukannya akan mendapaat kesehatan seks yang bagus. 
Orang yang mendengkur biasanya akan mengeluarkan suara serak, mendesis dan mendengus saat bernapas selama tidur. Gangguan tidur ini dilaporkan banyak merusak kehidupan seksual pria serta kesulitan melakukan foreplay.

Peneliti mengungkapkan bahwa pria yang berhenti mendengkur punya manfaat bagus yakni bisa membantu kehidupan seksualnya karena meningkatkan kekuatan ereksi. 
"Semua jaringan di tubuh butuh oksigen agar bisa menjadi sehat dan jaringan penis termasuk salah satu yang sangat sensitif. Ketika seseorang mendengkur maka kondisi ini akan merampas oksigen yang dibutuhkan oleh penis," ujar Dr J. Stephen Jones, MD, FACS seorang urologis dari Cleveland Clinic, seperti dikutip dari Menshealth.

Kurangnya asupan oksigen yang diterima akan membuat tubuh menjadi tidak sehat yang salah satunya mempengaruhi kemampuan ereksi seseorang. Karena itu jika seseorang bisa menghentikan gangguan tidur ini, maka ia akan mampu meningkatkan kemampuan ereksinya.

Mendengkur Dapat Membakar Kalori
:
Meski banyak sekali menimbulkan efek buruk, ternyata mendengkur masih memiliki manfaat, yaitu bisa membakar kalori lebih banyak.  
Ilmuwan menemukan bahwa orang yang sering mendengkur dalam tidurnya dapat membakar kalori lebih banyak ketimbang orang yang jarang mendengkur. Hal ini berdasarkan alasan bahwa mendengkur dan gangguan pernapasan dipicu akibat peningkatan aktivitas dari sistem saraf. Sehingga, orang yang sering mendengkur akan membakar kalori lebih banyak.
Ilmuwan dari University of California mempelajari 212 orang yang sering mendengkur, berbicara (ngigau) saat tidur, mengalami kesulitan bernapas dalam tidur atau bahkan mengalami penghentian napas secara periodik. Kemudian, ilmuwan menghitung berapa banyak kalori yang terbakar pada beberapa tingkat masalah kesehatan yang berbeda. 
Hasilnya, seperti dilansir dari GeniusBeauty, orang yang selalu mendengkur (teratur) dapat membakar sekitar 2000 kalori per hari, sedangkan orang yang hanya mendengkur sewaktu-waktu (kadang-kadang) membakar 1626 kalori.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
 " SLEEP APNEA "
Sleep Apnea atau Sleep Apnoea adalah gangguan tidur dengan kesulitan bernapas (apnea= "tanpa napas") berulang kali ketika sedang tidur. Ada dua jenis sleep apnea: Central dan Obstructive. Terdapat juga jenis campuran. Orang yang menderita hal ini biasanya tidak sadar, walaupun setelah bangun. Sleep apnea dikenali sebagai masalah oleh orang lain yang mengamati, atau dapat dikenali dari akibatnya terhadap tubuh. Diagnosa sleep apnea dilakukan dengan polysomnography. Apnea dapat juga diartikan sebagai berhentinya pernapasan untuk sementara. Dyspnea yang dibarengi dengan apnea dapat menyebabkan terjadinya awal sebuah kematian.
 
Sleep Apnea merupakan gangguan atau kelainan yang ditandai dengan reduksi bahkan penghentian napas selama tidur. Kejadian ini umumnya terjadi pada orang dewasa dan sangat jarang terjadi pada anak-anak. Biasanya kondisi ini berhubungan dengan pengalaman penyakit seseorang. 

Beberapa Kondisi Yang Dapat Mengakibatkan Sleep Apnea:
Sleep Apnea ini berdasarkan kejadiannya atau etiologinya dibagi atas tiga tipe:
1. Central Sleep Apnea (CSA), kejadiannya dimulai dari pusat kontrol pernapasan di otak.
Central sleep apnea (CSA) ini terjadi ketika otak tidak mengirimkan sinyal yang memadai ke otot-otot pernapasan, sehingga otot-otot pernapasan mengalami paralisis atau kelumpuhan. Ini biasanya terjadi pada bayi atau pada orang dewasa dengan penyakit jantung, penyakit serebrovaskular, atau penyakit herediter/kelainan bawaan, juga dapat disebabkan oleh keracunan obat. 

2. Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau penyumbatan aliran pernapasan
Hambatan saluran pernapasan selama tidur, diperkirakan sekitar 4% dari pria dan 2% perempuan dari seluruh kasus Sleep Apnea ini. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa diatas 18 tahun, yang mengalami hambatan pernapasan selama tidur diperkirakan 1,5% dari semua angka kejadian per tahun. Hal ini dikarenakan populasi orang gemuk atau obesitas akan memperburuk serangan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah lebih 10% dari orang-orang yang mengalami serangan ini membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit. 

3. Gabungan dari penyebab diatas, yaitu ganguan di pusat persyarafan pernapasan di otak dan hambatan pernapasan atau obstruksi pernapasan
Gejala atau symptom Sleep Apnea Pasien dengan gangguan tidur ini memperlihatkan gejala klinis berupa ganguan berkonsentrasi, gangguan berpikir. Hal ini banyak menyebabkan kecelakaan di tempat kerja dan saat mengemudi. Dengan demikian, orang-orang dengan sleep apnea obstruktif memiliki tiga kali lipat risiko lebih besar kecelakaan mobil daripada populasi umum. Demikian pula kantuk di siang hari, kelelahan, sakit kepala, lekas marah, dan berkurangnya daya ingat dan perhatian adalah beberapa gejala umum lainnya yang berhubungan dengan sleep apnea ini.

Berikut adalah 8 resiko kesehatan yang berhubungan dengan sleep apnea:
1. Tekanan darah tinggi
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa sleep apnea adalah salah satu penyebab utama dari hipertensi. Peningkatan tekanan darah berkaitan langsung dengan derajat keparahan sleep apnea. Semakin parah derajat sleep apnea, semakin berat juga peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah juga bisa dialami oleh anak-anak yang menderita sleep apnea.

2. Penyakit jantung
Sleep apnea yang tidak dirawat merupakan salah satu faktor resiko untuk menderita penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di Amerika pada tahun 2005. Sleep apnea meningkatkan resiko denyut jantung yang tidak beraturan, penyakit jantung koroner, serangan jantung dan penyakit jantung kongestif. Sebuah penelitian di tahun 2006 yang diungkapkan dalam Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa sleep apnea bahkan mempengaruhi bentuk jantung seseorang. Jantung penderita sleep apnea membengkak dan menebal dindingnya di satu sisi, serta berkurang kemampuan memompanya.

3. Stroke
Sleep apnea meningkatkan resiko seseorang untuk terserang stroke (penyebab kematian nomor 3 di Amerika tahun 2005.) Peningkatan kekentalan darah pada penderita sleep apnea menjadi penyebab utama meningkatnya resiko stroke.

4. Kerusakan otak
Penelitian di jurnal Sleep tahun 2008 memberikan gambaran pencitraan otak yang membuktikan kerusakan permanen pada otak penderita sleep apnea. Kerusakan terjadi pada bagian otak yang mengontrol ingatan, emosi dan tekanan darah.

5. Depresi
Riset menunjukkan bahwa depresi sering terjadi pada penderita sleep apnea. Bahkan sleep apnea ringan saja sudah meningkatkan resiko terkena depresi. Peningkatan resiko depresi akan naik seiring dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas.

6. Diabetes
Sleep apnea akan mengganggu metabolisme hingga tubuh tidak mentoleransi glukosa dan juga resisten terhadap insulin. Diabetes tipe 2, juga salah satu penyebab kematian utama, terjadi ketika badan tidak dapat memanfaatkan insulin secara efektif. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa sleep apnea menjadi penyebab terjadinya diabetes.

7. Obesitas
Obesitas, pada ras kaukasia (Eropa) menjadi resiko utama sleep apnea. Tapi tidak demikian pada ras Asia yang memiliki struktur rahang lebih sempit dan leher yang pendek. Masalahnya, sleep apnea akan meningkatkan berat badan seseorang. Gangguan metabolisme akibat proses tidur yang terpotong-potong menyebabkan perubahan hormon-hormon yang mengontrol nafsu makan. Rasa kantuk yang diakibatkan juga menyebabkan penderitanya jadi malas berolah raga.

8. Mortalitas / Kematian
Dua penelitan di jurnal Sleep di tahun 2008 menunjukkan bahwa penderita sleep apnea mempunyai resiko kematian lebih tinggi dibanding yang tidak mendengkur. Resiko akan meningkat bersamaan dengan peningkatan derajat keparahan henti nafas. Apalagi jika sleep apnea dibiarkan saja!
Sleep apnea dapat dirawat. Bahkan tingkat keberhasilannya amat tinggi. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan continuous positive airway pressure (CPAP) akan mengurangi resiko seseorang untuk menderita bahaya-bahaya yang telah disebutkan tadi.


-----------------------------------------------------------------------------------



Kesimpulan :
Jadi dapat disimpulkan bahwa tidur merupakan kebutuhan dasar yang sangatlah penting bagi semua orang. tidur perlu diperhatikan secara khusus agar manusia mendapatkan kepulihan stamina dalam tubuhnya kembali. Karena setiap individu mempunyai kebutuhan tidur yang berbeda, dengan pola tidur yang baik, benar, dan teratur akan memberikan efek yang baik terhadap kesehatan, yaitu efek fisiologis terhadap sistem syaraf yang di perkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara susunan saraf, serta berefek terhadap stuktur tubuh dengan memulihkan kesegaran dan fungsi organ tubuh manusia. oleh karna itu kita harus menjaga kecukupan kebutuhan tidur kita sesuai kebutuhan, dengan kondisi jiwa dan fisik yang sehat maka dapat melakukan berbagai kegiatan dengan baik.


Sumber Data:
- Wikipedia, Webkesehatan, Healthdetik, berbagaihal, artiunik, smanjabermanfaat.
- Doktersehat, Artikeltentangkesehatan, informasiteraktual dan Kompas, intipskesehatan. 
- Verarokapinatih, Mausehat, Dokita, Sains, Olvista, Tempo, Smallcrab, 


------ SEMOGA BERMANFAAT ------

Jumat, 27 Februari 2015

Bagian Ke VI: Seputar Tentang Tidur

Menurut Anda Tidur itu apa?... 

Memang banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan pembahasan tentang Tidur dibawah ini.  
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutan dari Bagian Ke V: 


Yuukkk, kita Lanjutkan membacanya... 
Agar Anda paham dan mengerti Apa Saja hal-hal yang dapat Mengganggu Tidur Anda?... dan Bagaimana cara mengatasinya?... 

Seputar Tentang Tidur
berikut ulasannya:
 
" HIPERSOMNIA"

Kata Hipersomnia (hypersomnia) berasal dari kata Yunani hyper, yang artinya “lebih” atau “lebih dari normal”, dan dari bahasa Latin somnus, artinya “tidur”. Hipersomnia (hypersomnia) primer yang merupakan rasa kantuk yang berlebihan sepanjang hari yang berlangsung sampai sebulan atau lebih.

Hipersomnia adalah kebalikan dari insomnia, yaitu tidur yang berlebihan terutama pada siang hari.

Hipersomnia merupakan salah satu kelainan tidur yang ditandai rasa kantuk yang berlebihan. Sehingga pasien sering kali membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih lama dari orang normal.

Hipersomnia adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kantuk berlebihan bukan karena kurang tidur. Biasanya seseorang yang mengalami kondisi ini sering merasa sangat mengantuk dan ingin tidur berulang kali di siang hari. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu.

Jika anda sering merasakan kantuk yang sangat hebat di siang hari, ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, merasa ngantuk yang berlebihan di siang hari merupakan salah satu gejala gangguan tidur yang disebut Hipersomnia.

"Untuk mengetahui gejala lebih lanjut, dokter akan mengecek kebiasaan tidur Anda, seperti berapa lama Anda tidur di malam hari, atau apakah terus terbangun di malam hari membuat Anda sering ketiduran di siang hari," ujar Dokter Spesialis Syaraf yang khusus menangani gangguan tidur, (Meredith Broderick dari The Plyclinic Sleep Medicine Center, Seattle, Amerika Serikat).


Hipersomnia wajib diwaspadai karena dapat mengganggu dan membahayakan aktivitas seseorang. Karena Hipersomnia seseorang dapat tertidur dimanapunm, saat sedang bekerja, bahkan saat sedang menyetir. Hipersomnia juga menyebabkan masalah lain seperti kurang energi dan kesulitan berpikir jernih.

Hipersomnia yang berkelanjutan tidak hanya dapat mengganggu kesehatan fisik seseorang tetapi juga dapat mengganggu mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Hipersomnia yang berlangsung lama dan tidak mendapatkan perawatan yang memadai dapat menyebabkan bingung, kehilangan memori, lesu, dan cemas. 

Hipersomnia bukan merupakan suatu jenis penyakit tertentu melainkan merupakan gejala dari penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengobati hipersomnia, perlu diketahui penyebabnya. Mengobati hipersomnia berarti mengobati penyakit atau gangguan kesehatan yang menyebabkan gejala kantuk berlebihan tersebut.

Untuk membebaskan diri dari "kekacauan" akibat tak bisa membuat rutinitas tidur kita menjadi lebih berkualitas, lakukanlah 8 langkah berikut:

1. Tidur berkualitas: 
Ketika kita bicara tidur yang berkualitas, bukan hanya durasi lamanya mata terpejam yang diperhitungkan. Melainkan bagaimana kita membuat gelombang otak masuk ke dalam vase tidur lelap. Dan vase tidur lelap akan tercapai jika kita benar-benar siap untuk tidur tak hanya sekadar memejamkan mata.

Mengenai durasi, idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 8-9 jam di malam hari. Sedangkan untuk remaja, 9 jam adalah waktu yang tak bisa ditawar-tawar.

2. Jauhkan pengganggu tidur: 
“Jadikanlah tempat tidur sebagai tempat yang nyaman untuk terlelap dan bercinta,” demikian Avelino Verceles, MD, asisten profesor dari University of Maryland School of Medicine menyarankan. Ini artinya, sambung Verceles yang juga direktur School’s Sleep Medicine Fellowship, kita harus menjauhkan televisi, video games, dan laptop atau komputer dari kamar. 

3. Buat jam tidur yang teratur: 
Orang yang mengidap gangguan tidur biasanya akan disarankan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk hari libur dan akhir pekan. Tapi menurut Barry Krakow, MD, direktur medis Maimonides Sllep Arts and Sciences, Ltd., yang juga menulis buku Sound Sleep, Sound Mind: 7 Keys to Sleeping Through the Night, mengatur waktu tidur dan bangun justru menjadi kesulitan tersendiri bagi mereka yang sudah mengalami gangguan tidur.
Untuk itu, Krakow menawarkan sebuah alternatif, yaitu dengan menentukan waktu bangun yang harus diikuti setiap harinya. “Konsisten bangun di waktu yang sama selama seminggu atau sampai sebulan, maka tubuh akan mengikuti ritme tersebut.”
Ritme ini yang nantinya akan membentuk sirkardian atau jam biologis tubuh. Kita akan selalu mengantuk lebih cepat jika di malam sebelumnya kita kurang tidur, tapi bangun selalu di jam yang sama. Walhasil tubuh akan meminta kita kembali pada jam tidur yang sebelumnya. 

4. Perlahan majukan jam tidur kita: 
Jika menentukan jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya tak sukses, cobalah majukan jam tidur kita 15 menit lebih cepat selama 4 malam berturut-turut. Setelah ini berhasil, buat jadwal tidur kita 1 jam lebih cepat dari biasanya. 

5. Makanlah dengan teratur: 
Jika kita bertanya apa hubungannya makan dengan tidur, maka jawabannya adalah keduanya sangat erat terkait. Makan di jam yang sama setiap hari akan membuat sirkardian kita "berdentang" dengan teratur, termasuk distribusi energi untuk memberikan sinyal pada kita bahwa sudah waktunya istirahat. 
Jika kita tidak makan teratur, misalnya memundurkan makan siang menjadi lebih sore, akan membuat makan malam kita mundur sampai mendekati waktu tidur. Dan pasokan energi mendekati waktu tidur justru membuat kita bersemangat melakukan banyak hal. Plus idealnya, 2 sampai 3 jam sebelum waktu tidur kita sudah berhenti makan agar metabolisme berjalan sempurna sehingga tak ada yang berubah wujud menjadi timbunan lemak di tubuh. 

6. Berolahraga:
Lakukanlah aktivitas bakar lemak seperti aerobik setiap hari, minimal 30 menit. Aerobik akan membuat tubuh kita lebih cepat terlelap. Terlebih jika kita melakukan olahraga di ruang terbuka, 30 menit terpapar sinar matahari pagi akan meregulasi pola tidur kita. Sehingga secara alamiah bisa tidur dengan teratur dan berkualitas. Yang perlu diingat adalah hindarilah berolahraga 3 jam sebelum tidur, sebab adrenalin yang terpacu justru akan menjauhkan kita dari rasa kantuk. 

7. Naiklah ke atas tempat tidur jika benar-benar sudah mengantuk: 
Menurut Krakow, jika kita hanya kelelahan setelah beraktivitas seharian, sebaiknya jangan naik ke atas tempat tidur. Sebab ternyata, ini justru tak akan membuat kita terlelap. Melainkan hanya berguling-guling di atas tempat tidur. 
“Rasa kantuk yang sebenarnya adalah ketika kita mulai merasa tak bisa berkonsentrasi dan mata sudah ingin terlelap. Sedangkan untuk rasa kelelahan kita, cobalah untuk relaksasi selama 15 menit, dengan otot-otot tubuh tidak menjadi ‘rewel’ ketika berbaring di atas tempat tidur,” Krakow memaparkan. 

8. Temuilah pakar kesehatan tidur: 
Jika 7 langkah di atas masih belum juga berhasil membuat kita tertidur dengan nyenyak, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kesehatan tidur.  Sebab hipersomnia juga bisa merujuk pada gangguan tidur seperti narkolepsi atau sleep apnea. Narkolepsi adalah gangguan yang membuat orang tak bisa menahan rasa kantuknya, sehingga dalam keadaan tengah beraktivitas pun bisa tiba-tiba tertidur. Sedangkan sleep apnea, gangguan nafas pada saat tidur yang sebenarnya membuat otak kita tetap terjaga meski mata terpejam. 

Meski begitu, penyebab mengantuk di siang hari tidak mesti disebabkan karena Hipersomnia. Beberapa dokter mengkaitkannya dengan kebiasaan mengkonsumsi obat dan gangguan emosional yang berpengaruh pola tidur seseorang. 

Guna mengetahui dan menganalisa gejala Hipersomnia, dokter akan melakukan beberapa tes. Seperti tes darah, CT Scan, Polysomnography atau tes tidur, dan tes aktivitas listrik di otak yang dikenak dengan EEG.

Hal lain yang juga bisa mengundang gangguan tidur adalah depresi, paska trauma, atau obat-obatan. Itu mengapa kita butuh bantuan ahli yang mengerti bagaimana mengatasi berbagai pemicu gangguan tidur tersebut.
------------------------------------------------------------------------------------------

" NARKOLEPSI " 
Narkolepsi dalam bahasa awam, bisa dikatakan sebagai serangan tidur, dimana penderitanya amat sulit mempertahankan keadaan sadar. Hampir sepanjang waktu ia mengantuk. Rasa kantuk biasanya hilang setelah tidur selama 15 menit, tetapi dalam waktu singkat kantuk sudah menyerang kembali. Sebaliknya di malam hari, banyak penderita narkolepsi yang mengeluh tidak dapat tidur.

Narkolepsi adalah sejenis gangguan neurologis kronis yang mempengaruhi bagian otak yang berfungsi untuk mengatur pola tidur.
Mereka yang menderita narkolepsi dapat mengalami kantuk di siang hari yang berlebihan dan tiba-tiba kehilangan kontrol dimana hal ini didasari karena tingginya tingkat emosi yang kuat. Akibatnya, seseorang bisa jatuh tertidur saat bekerja, memasak, atau bahkan mengemudi.



Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai narkolepsi yang dimulai dari gejala narkolepsi, penyebab dan cara penyembuhannya. 
 
Berikut Gejala Narkolepsi

Kebanyakan penderita narkolepsi akan mengalami gejala awal saat berusia usia 10 dan 25 tahun. Gejala dari narkolepsi dapat terjadi dengan berbagai macam cara, tetapi untuk gejala awal biasanya ditandai dengan kantuk di siang hari yang berlebihan dengan atau tanpa sadar tiba-tiba ter tidur.

Gejala lain dari narkolepsi seperti halusinasi, kelumpuhan tidur, dan cataplexy (tiba-tiba kehilangan kontrol otot). Selain ngantuk yang berlebihan saat siang hari.

Gejala umum yang biasanya menjadi tanda Anda menderita narkolepsi yaitu sebagai berikut: 
1. Cataplexy (kehilangan kontrol otot) 
Seringkali narkolepsi dapat menyebabkan Anda tiba-tiba kehilangan kontrol otot saat sedang tertidur misalnya saat tidur Anda tertawa atau menangis. 

2. Halusinasi 
Beberapa dari penderita narkolepsi biasanya mengalami gangguan halusinasi yang cukup menakutkan seperti saat jatuh tertidur atau dalam keadaan sadar atau bangun. 

3. Kelumpuhan tidur
Untuk kelumpuhan tidur, mungkin hanya sebagian penderita narkolepsi yang merasakannya. Kelumpuhan saat tidur dapat diartikan dimana Anda mungkin tidak dapat bergerak atau berbicara pada awal hingga bangun. 

4. Microsleep
Untuk gejala yang satu ini sedikit mirip dengan klepto tetapi bedanya Anda melakukannya dalam keadaan tertidur seperti bebicara, mengambil barang dan menyingkirkan barang-barang dan saat terbangun Anda lupa apa yang sedang terjadi dan tanpa mengingat apapun. 

5. Insomnia
Jika Anda menderita narkolepsi, Anda mungkin akan terjaga sepanjang malam dan memiliki tingkat denyut jantung yang tinggi sehingga menimbulkan rasa gelisah dan waspada. Hal inilah yang akan membuat Anda tidak dapat tertidur dan tetap terjaga.

Penyebab Narkolepsi:
Sementara para peneliti terus mencari penyebab narkolepsi, beberapa pendapat umum menyatakan penyebab awal narkolepsi adalah berdasarkan turunan dan beberapa di antaranya terjadi karena lingkungan dari beberapa macam-virus, misalnya virus yang dapat mempengaruhi sel otak Anda sehingga menyebabkan narkolepsi.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa orang yang mengidap narkolepsi memiliki jumlah hypocretin yang rendah dalam otak mereka yang biasa disebut dengan orexin yaitu zat kimia dalam otak yang mengaktifkan gairah dan mengatur tidur.

Narcoleptics umumnya tidak memiliki banyak sel Hcrt (neuron yang mengeluarkan hypocretin), menghambat atau kemampuan untuk mengontrol kewaspadaan sehingga membuat Anda tertidur.

Beberapa ilmuwan sedang bekerja pada melakukan pengobatan untuk melengkapi tingkat hypocretin sehingga mengurangi gejala narkolepsi.

Pengujian Narkolepsi: 
Narkolepsi tidak dapat didiagnosis. Biasanya para dokter hanya melakukan konsultasi kepada pasien mengenai gejala apa yang dialami, maka dari gejala tersebutlah dapat diketahui apakah pasien menderita narkolepsi atau tidak.
Selain itu, gejala narkolepsi sering dikaitkan dengan gangguan tidur lainnya atau kondisi medis (seperti depresi atau epilepsi), karena itu diperlukan tinjauan lebih dalam mengenai gejala yang diutarakan pasien. 

Pemeriksaan Narkolepsi:
Untuk pemeriksaan, biasanya para dokter melakukan diagnosis dengan metode sebagai berikut:  
1. Polysomnogram nocturnal
adalah tes dengan cara mengukur aktivitas listrik otak dan jantung, dan pergerakan otot dan mata saat tertidur. 
2. Latensi tidur (MSLT)
adalah tes yang mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan bagi Anda untuk jatuh tertidur di siang hari. 
3. Pengambilan cairan tulang belakang
metode satu ini termasuk cara baru yang dilakukan untuk mendetesi narkolepsi. 

Pengobatan Narkolepsi:
Ada beberapa jenis obat yang dapat membantu dalam mengobati gejala-gejala utama narkolepsi. Obat yang biasa diresepkan untuk narkolepsi adalah stimulan, antidepresan, dan natrium oxybate. 
Semua jenis obat ini memiliki efek samping jadi pastikan untuk melakukan pemeriksaan kedokter Anda terlebih dahulu dan berkonsultasi. Beberapa pasien juga memerlukan pengobatan dengan cara konseling atau terapi. 

Obat yang umum digunakan untuk mengobati gejala narkolepsi meliputi: 
1. Stimulan
Stimulan merupakan salah satu obat untuk narkolepsi. Stimulan termasuk modafinil (Provigil) yaitu digunakan pada siang hari untuk tetap membuat Anda tetap terjaga dan mengurangi tingkat kewaspadaan.
Efek samping dari modafinil sakit kepala, mual, mulut kering, dan diare. Efek samping kejiwaan, seperti kecemasan, mania, halusinasi, dan berpikir bunuh diri juga telah dilaporkan, dapat menjadi salah satu efek dari obat ini sehingga ada baiknya untuk berkonsultasinya. 

2. Sodium oxybate (Xyrem)
Obat ini termasuk dalam jenis obat keras dan hanya disarankan pada pasien yang memiliki cataplexy parah. Sodium oxybate juga dikenal sebagai GHB tetapi dianggap aman untuk mengobati narkolepsi bila digunakan dengan cara yang benar seperti untuk mengurangi kantuk di siang hari dan mengurangi cataplexy.
Namun, efek samping dari obat ini termasuk cukup serius seperti mual, mengompol, dan yang lebih buruknya sleepwalking. Dosis terlalu tinggi bahkan dapat menyebabkan kesulitan bernapas, koma, dan kematian. 

3. Antidepresan
Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) digunakan untuk mengobati depresi, ngantuk dan mengurangi gejala cataplexy, halusinasi, dan kelumpuhan tidur. Antidepresan termasuk fluoxetine (Prozac), sertraline (Zoloft), dan antidepresan baru seperti venlafaxine (Effexor). 

Sementara efek samping yang paling umum dari antidepresan termasuk penurunan gairah seksual, masalah pencernaan, gelisah, sakit kepala, dan insomnia.  
  ------------------------------------------------------------------- 
 
Lanjutkan Membacanya pada Bagian Ke VII 
"Seputar Tentang Tidur"
 

Bagian Ke V: Seputar Tentang Tidur

Menurut Anda Tidur itu apa?... 
Memang banyak persepsi dari orang-orang sekitar mengatakan berbagai arti yang berbeda-beda, namun tetap satu makna, pernah kah Anda sekilas berfikir bahwa tidur itu kebutuhan dasar dan yang paling penting dalam kehidupan manusia? secara tidak langsung tanpa dipikirpun Anda pasti pernah merasakan tertidur tanpa disengaja. Pernahkan Anda melawan rasa ingin tidur disaat mengantuk tanpa bantuan makanan atau minuman yang bisa mengalihkannya?... Pasti Jawaban Anda tidak bisa, Salah satu penyebab rasa ngantuk itu diantaranya karena aktivitas yang sangat padat dan berakibat kelelahan pada tubuh, betapa sulitnya untuk melawan rasa ngantuk tersebut. Mengapa begitu?... Pasti Anda ingin tau banyak tentang ini, mari kita lanjutkan pembahasan tentang Tidur dibawah ini.  
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lanjutan dari Bagian Ke IV:

Yuukkk, kita Lanjutkan membacanya... 
Agar Anda paham dan mengerti Apa Saja hal-hal yang dapat Mengganggu Tidur Anda?... dan Bagaimana cara mengatasinya?... 
  

Seputar Tentang Tidur
berikut ulasannya:

" PARASOMNIA "

Parasomnia adalah perilaku yang dapat mengganggu tidur atau muncul saat seseorang tidur. Gangguan ini umum terjadi pada anak-anak. Beberapa turunan Parasomnia antara lain sering terjaga (misalnya: tidur berjalan, night terror), gangguan transisi bangun-tidur (misalnya: mengigau), parasomnia yang terkait dengan tidur REM (misalnya: mimpi buruk), dan lainnya (misalnya: briksisme). 

Parasomnia adalah gangguan yang melibatkan kegiatan fisik yang tidak diinginkan atau pengalaman yang terjadi selama tidur, masuk ke tidur, atau gairah dari tidur. Gangguan tidur jenis ini lebih umum ditemukan pada anak-anak (5% -15%) dibandingkan orang dewasa (1%). Biasanya bersifat jinak, akan tetapi tidak menutup kemungkinan hubungan dengan adanya luka trauma. 

Parasomnia adalah gangguan yang ditandai oleh gerakan yang tidak diinginkan, fenomena verbal, atau pengalaman yang terjadi dalam hubungannya dengan tidur, tahap spesifik dari tidur, atau transisi fase tidur-terjaga. 

Parasomnia adalah gangguan yang melibatkan kegiatan fisik yang tidak diinginkan, atau pengalaman yang terjadi selama tidur. Kendati gangguan tidur jenis ini lebih umum ditemukan pada anak-anak, sekitar 5 -15 persen, dan orang dewasa 1 persen, akan tetapi tidak menutup kemungkinan berhubungan dengan adanya luka trauma. "Parasomnia dicirikan oleh perilaku fisik atau lisan yang tidak diinginkan, seperti berjalan atau berbicara saat tidur, terjadi dalam hubungan dengan tidur, tahapan tertentu dari tidur atau transisi tidur-bangun.

Parasomnia dapat dibagi menjadi dua kelompok utama yakni:
1. Parasomnia primer dan 
2. Parasomnia sekunder 

Parasomnia primer: Merupakan gangguan tidur yang ditandai terjadinya simultan unsure-unsur dari transisi tidur-bangun. Sedangkan parasomnia sekunder adalah gangguan sistem organ lainnya yang timbul selama tidur.
Parasomnia primer diklasifikasikan menurut tahap tidur, di mana mereka terjadi yakni rapid eye movement (REM) atau non-cepat gerakan mata (NREM). 

Parasomnia sekunder: mungkin sangat umum, tetapi bisa dikenali, misdiagnosed, atau diabaikan dalam praktek klinis.

Jenis-Jenis Parasomnia:
1. Mimpi buruk
 

Mimpi buruk adalah peristiwa nokturnal hidup yang dapat menyebabkan perasaan takut, teror, dan atau kecemasan. Biasanya, orang yang mengalami mimpi buruk, yang tiba-tiba terbangun dari tidur.

2. Teror malam 
Seseorang mengalami teror malam atau teror tidur yakni tiba-tiba terbangun dari tidur dalam keadaan ketakutan. Orang mungkin tampak terjaga, tetapi tampak bingung dan tidak mampu berkomunikasi. Orang yang memiliki teror tidur biasanya tidak ingat peristiwa keesokan harinya. Teror malam mirip dengan mimpi buruk, namun teror malam biasanya terjadi selama tahap 3 tidur (deep sleep). 

"Orang yang mengalami teror tidur dapat menimbulkan bahaya untuk diri sendiri atau orang lain karena melompat di tempat tidur atau berjalan di sekitar. 
Ketegangan emosional yang kuat dan atau penggunaan alkohol dapat meningkatkan kejadian teror malam di kalangan orang dewasa. 

3. Sleepwalking 
Sleepwalking terjadi ketika seseorang tampaknya terjaga dan bergerak di sekitar dengan mata terbuka lebar, tetapi sebenarnya tertidur. Berjalan dalam tidur tidak memiliki memori dari tindakan mereka. Sleepwalking paling sering terjadi selama dalam tidur non-REM (tahap 3), di awal malam. 

Episode ini sangat bervariasi dalam kompleksitas dan durasi. Sleepwalking kadang-kadang bisa berbahaya karena berjalan sambil tidur tidak menyadari keadaan sekitarnya dan dapat bertemu benda atau dapat jatuh. 

4. Confusional Arousals
Arousals confusional biasanya terjadi ketika seseorang terbangun dari tidur nyenyak selama bagian pertama dari malam. Ini gangguan yang juga dikenal sebagai inersia tidur berlebihan atau mabuk tidur, melibatkan kelambatan berlebihan ketika bangun tidur. 

5. Sleep Paralysis
Orang dengan kelumpuhan tidur tidak dapat memindahkan tubuh atau anggota badan saat jatuh tertidur atau bangun. Episode singkat dari kelumpuhan otot parsial atau tulang lengkap dapat terjadi selama kelumpuhan tidur. Kadang-kadang tidur berjalan terjadi dalam keluarga, namun penyebabnya tidak diketahui. 

6. Tidur REM dengan Atonia
Tidur REM biasanya melibatkan keadaan kelumpuhan (atonia), tetapi orang-orang dengan kondisi ini mampu memindahkan tubuh atau anggota tubuh saat bermimpi. Biasanya terjadi pada pria berusia 50 ke atas, tetapi gangguan juga bisa terjadi pada wanita dan pada orang yang lebih muda. Dalam diagnosis dan pengobatan, gangguan neurologis berpotensi serius harus dikesampingkan. 

7. Tidur Enuresis
Dalam kondisi ini, juga disebut mengompol, orang yang terkena tidak mampu mempertahankan kontrol kemih saat tertidur. Ada dua jenis enuresis yakni primer dan sekunder. Pada enuresis primer, seseorang belum mampu memiliki kontrol kemih semenjak masa kanak-kanak. 

Pada enuresis sekunder, seseorang memiliki kekambuhan setelah sebelumnya mampu memiliki kontrol kemih. Enuresis dapat disebabkan oleh kondisi medis (termasuk diabetes, infeksi saluran kemih, atau sleep apnea), atau gangguan kejiwaan. Beberapa pengobatan untuk mengompol termasuk modifikasi perilaku, perangkat alarm, dan obat-obatan. 
 
Penyebab Parasomnia: 
Bisa Jadi Karena Gangguan Otak, Parasomnia merujuk pada semua hal abnormal yang dapat terjadi pada orang, sementara mereka tidur, terpisah dari sleep apnea. Beberapa contoh adalah tidur yang berhubungan dengan gangguan makan, tidur sambil berjalan, teror malam, kelumpuhan tidur, gangguan tidur REM perilaku, dan agresi tidur. 
Parasomnia sering terjadi dalam keluarga, mungkin faktor genetik. Gangguan otak, mungkin bertanggung jawab untuk beberapa parasomnia, seperti banyak kasus gangguan perilaku tidur REM. 

Parasomnia juga dapat dipicu oleh gangguan tidur lainnya seperti apnea tidur obstruktif, dan dengan berbagai obat.Parasomnia mempengaruhi sekitar 10 persen orang AS. Mereka terjadi pada orang dari segala usia, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak. Anak-anak sangat rentan karena ketidakdewasaan otak. Kabar baiknya adalah bahwa mereka biasanya tidak terkait dengan konsekuensi kesehatan negatif dan menghilang sebagai seorang anak matang. Mencoba untuk membangkitkan parasomniac, terutama ketika gemetar atau berteriak, kadang-kadang dapat memicu respons, iritasi agresif atau kekerasan. Oleh karena itu, secara perlahan kembalikan orang tersebut ke tempat tidur dengan membimbing dia atau berbicara lembut.  
  ----------------------------------------------------------------------------------


Berbicara saat tidur mungkin menggunakan kata-kata yang tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan kadang-kadang bahkan menggerutu, sehingga sulit untuk memahami apa yang orang itu katakan.
 
Berbicara saat tidur merupakan fenomena umum. Namun, berbicara saat tidur yang paling umum terjadi pada anak-anak antara usia 3 sampai 10 tahun. Hampir 5 persen orang dewasa juga tidur bicara, dengan sebagian besar terjadi pada laki-laki.


Tidur berbicara biasanya terjadi dengan sendirinya dan tidak berbahaya. Namun dalam beberapa kasus, hal itu juga dapat menjadi indikasi dari gangguan tidur yang serius. 

Beberapa penyebab umum berbicara saat tidur adalah:
--> Stres, Depresi, Demam, Kurang tidur, Konsumsi alkohol, Faktor keturunan, Mimpi buruk, Sleep apnea, Gangguan Jiwa, kejang, Penyalahgunaan obat-obatan.

Anda tidak perlu pengobatan khusus untuk mencegah kondisi ini. Namun Anda dapat mengurangi terjadinya tidur berbicara dengan mengikuti tips ini:
1. Ikuti jadwal tidur yang teratur 
2. Tidur yang cukup, sebagai penyebab paling umum dari berbicara saat tidur
3. Hindari mengkonsumsi alkohol, minuman berkafein lainnya dan makanan berat untuk mengurangi berbicara saat tidur. 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidur sambil berjalan atau somnambulisme merupakan kelainan perilaku motorik kompleks yang mengganggu tidur malam. Prosesnya diawali dengan stimulasi tiba-tiba saat seseorang sedang tidur gelombang lambat dan puncaknya ditandai dengan aktivitas berpindah tempat dalam kondisi kesadaran yang berubah.

Tidur berjalan yang dikenal juga dengan istilah somnambulism, bisa saja dialami di semua usia tetapi biasanya terjadi pada usia muda. Faktor paling besar yang menyebabkan sleepwalking ini adalah pikiran (beban, frustasi, gembira, stres, dll).

Tanda dan gejala tidur berjalan (Sleepwalking):

 
Seseorang yang mengalami tidur berjalan dapat melakukan hal-hal berikut : 
Berdiri dari tidurnya dan membuka mata layaknya orang yang terbangun dari tidur. Matanya tidak memiliki “sinar” dan ekspresi layaknya orang yang terjaga. Berjalan berkeliling rumah, mungkin membuka dan menutup pintu dan menghidupkan atau mematikan lampu. 

Melakukan aktifitas rutin seperti berpakaian atau memasak bahkan yang lebih berbahaya adalah mengemudikan kendaraan. Terkadang bahkan berbicara atau beraktifitas lain dengan gaya yang canggung. 

Tidur berjalan ini biasanya terjadi selama tidur dalam/tidur nyenyak pada awal tidur sekitar satu sampai dua jam awal tidur. Beberapa kasus tidur berjalan ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja, tetapi beberapa kasus dapat terjadi sampai 30 menit. Pelaku tidur berjalan sendiri tidak akan sadar apa yang dilakukannya saat bangun pagi. 

Tidur berjalan atau sleepwalking dalam istilah medis disebut somnabulisme. Tidur berjalan lebih banyak dialami oleh anak-anak daripada orang dewasa.

Mereka terbangun pada fase non-REM (fase tidur paling dalam tanpa mimpi) yang biasanya terjadi pada dua jam pertama setelah tertidur. Berdasarkan penelitian, penyebab tidur berjalan ini adalah adanya kerusakan gen pada kromosom 20. Karena ini terkait genetik, maka gangguan tidur berjalan bersifat keturunan. Biasanya orang yang punya gangguan ini juga memiliki anggota keluarga yang juga mengalaminya.   

Orang yang tidur berjalan dapat melakukan banyak hal yang tak terduga sehingga bisa membahayakan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Misalnya, seperti keluar rumah kemudian menyebrang jalan raya. Untuk mengatasinya, sebaiknya jangan membangunkan orang yang sedang tidur sambil berjalan karena biasanya mereka akan sulit dibangunkan dan akan menjadi kebingungan atau ketakutan setelah terbangun. 

Ketika sadar, para penderita gangguan tidur ini tidak akan ingat apa yang telah dilakukannya ketika tidur berjalan. Kita dapat menuntun mereka kembali ke tempat tidur agar mereka kembali tidur dengan baik. Di Indonesia kasus tidur berjalan tidak sebanyak di luar negeri sehingga fasilitas seperti EEG (Electroencephalography) khusus untuk tidur berjalan seperti di luar negri juga belum ada.  

Kondisi–kondisi yang dapat memicu terjadinya tidur berjalan diantaranya kelelahan, stres, demam, atau adanya keinginan terpendam ketika terjaga yang terbawa mimpi (acting out dream). Penggunaan obat-obat tertentu juga dapat memicu tidur berjalan, diantaranya alkohol, antibiotik, antihistamin, dan sedatif.

Tips Mencegah Tidur Sambil Berjalan: Tidak ada cara pencegahan pasti. Namun ada beberapa langkah tertentu yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan risiko, antara lain: 
1. Tidur yang cukup. 
2. Mengelola stres. Bermeditasi atau melakukan latihan relaksasi. 
3. Menghindari segala bentuk rangsangan seperti auditori ataupun visual,  sebelum Anda tidur.

Tips Perlindungan Diri Ketika Tidur Sambil Berjalan:  
Langkah-langkah berikut dapat dilakukan untuk mencegah bahaya, antara lain: 
1. Buat dan jaga lingkungan tempat tidur yang aman, bebas dari benda-benda berbahaya atau tajam. 
2. Tidur di kamar tidur lantai dasar jika memungkinkan. 
3. Mengunci pintu dan jendela. 
4. Tutup kaca jendela dengan tirai yang berat. 
5. Pasang alarm atau bel di pintu kamar tidur Anda.

Perawatan Medis Tidur Sambil Berjalan:  
Perawatan medis dapat dilakukan jika tidur sambil berjalan disebabkan oleh kondisi medis, seperti gastroesophageal reflux, obstructive sleep apnea, kejang, gerakan tungkai kaki secara periodik, atau restless leg, syndrome. Setelah kondisi medis tersebut diobati, maka seharusnya tidur sambil berjalan akan berhenti. Obat-obatan mungkin diperlukan jika: 
1. Penderita tidur sambil berjalan memiliki risiko cedera, 
2. Menyebabkan gangguan signifikan bagi keluarga atau rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, 
3. Jika cara pengobatan lain tidak bekerja.

Obat-obatan untuk Mengobati Tidur Sambil Berjalan:   
Obat-obatan yang mungkin berguna adalah: 
1. ProSom 
2. Klonopin 
3. Trazodone (Desyrel)

Penggunaan obat seringkali dapat dihentikan setelah tidur sambil berjalan tidak kambuh selama beberapa minggu. Frekuensi terjadinya tidur sambil berjalan kadang meningkat sementara setelah penggunaan obat dihentikan.

Metoda Pengobatan Lain:  
Teknik Relaksasi, mental imagenary, dan anticipatory awakening adalah metoda pengobatan jangka panjang yang umum digunakan bagi orang-orang dengan gangguan tidur sambil berjalan. 
Anticipatory awakening adalah metoda yang membangunkan anak atau seseorang sekitar 15-20 menit sebelum sleepwalking biasa  terjadi dan menjaga mereka agar tetap terbangun selama durasi sleepwalking.
Teknik relaksasi dan mental imagenary adalah metoda paling efektif jika dilakukan dengan bantuan perilaku terapis atau ahli hipnotis yang berpengalaman.
Segera konsultasi dengan spesialis gangguan tidur jika gejala menetap atau jika terjadi kecelakaan pada diri sendiri atau orang lain.

Apa Harapan Bagi Penderita Tidur Sambil Berjalan? 
Dalam jangka pendek, tidur sambil berjalan dapat mengganggu dan menakutkan, tetapi biasanya bukan gangguan serius. Kondisi tidur sambil berjalan seringkali dapat diobati dengan efektif. 
Gangguan tidur ini sebenarnya tidak berbahaya jika penderita tidak melakukan hal-hal berbahaya dalam tidurnya. Tidur berjalan sifatnya hanya sementara. Jika gejala ini terus berlangsung, maka sebaiknya penderita disarankan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat karena tidur berjalan juga dapat menjadi indikasi seseorang menderita epilepsi. 
-------------------------------------------------------------------------

Lanjutkan Membacanya Bagian Ke VI
" Seputar Tentang Tidur "